Pelatihan Six Sigma Green Belt

Pelatihan Six Sigma Green Belt kembali akan diselenggarakan oleh SSCX International pada bulan Oktober 2013. Pendaftaran sudah dapat dilakukan, untuk memastikan Anda mendapatkan biaya terrendah selama masa early bird. Hubungi SSCX di www.sscxinternational.com atau training@sscxinternational.com. Link informasi pelatihan di sini.

Apa itu Green Belt dan Black Belt?  Baca lebih lengkap di sini.

 

Apa itu Six Sigma? (What is Six Sigma)

- - Measure, Six Sigma

Sesuai dengan nama blog ini, topik-topik yang akan dibahas adalah seputar six sigma: baik itu implementasinya dan tools yang ada di dalamnya. Namun kita belum membahas tentang apa itu six sigma sebenarnya?

Baiklah, artikel kita kali ini akan membahas six sigma dari segi definisi. Dari ratusan buku tentang six sigma, ada banyak definisi yang dipaparkan – namun jika kita tarik garis kesimpulan ada tiga hal yang mendasar dari definisi six sigma. Kita bahas satu persatu

Six Sigma sebagai alat ukur

Alat apa yang kita pakai jika kita ingin tahu lebih berat siapa antara anda dengan saya?…betul timbangan. Jika ingin tahu lebih tinggi?….maka meteran lah jawabannya.

Hal yang sama juga berlaku demikian, jika kita ingin membandingkan dua atau lebih proses yang berbeda dan ingin mengetahui mana yang lebih bagus kinerjanya? Maka six sigma-lah alat ukurnya. Continue Reading

8 Kualitas Utama Black Belt

- - Belt

Untuk membuat proyek Six Sigma berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target dibutuhkan beberapa profesional yang memiliki peran masing-masing. Dalam level proyek kita mengenal Black Belt, Green Belt, Master Black Belt, dan Team Member. Dalam level organisasi ada champion dan Sponsor. Kita akan membahas masing-masingnya dalam artikel terpisah, sekarang kita akan fokus pada Black Belt.  Apa kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Black Belt yang handal? Mari kita simak berikut ini:

  1. Kemampuan teknis yang cakap. Seorang Black Belt tidak harus seorang lulusan teknik atau jurusan statistik, namun dia memiliki kemampuan untuk mengumpulkan dan merubah data menjadi informasi yang bisa dipahami oleh dirinya dan tim. Dia juga memiliki kemampuan menganalisa data menjadi suatu knowledge untuk menentukan strategi perbaikan apa yang dipilih. Tanpa kemampuan seperti itu seorang Black Belt akan terjebak dalam hal yang sifatnya akademis dan teoritis. Continue Reading

Perlukah Sertifikasi Six Sigma?

- - Belt, Six Sigma

Untuk menjawab pertanyaan di atas penting bagi kita mengenal dulu istilah standar. Standar adalah seperangkat aturan atau petunjuk yang dibuat untuk mempermudah kita dalam melakukan suatu pekerjaan.  Dengan aturan kita dapat berlaku dengan baik, benar dan teratur. Undang-undang adalah contoh umum dari apa yang disebut standar

Sedangkan sertifikasi sendiri adalah proses ujian untuk mengetahui apakah suatu obyek telah memenuhi standar yang ditetapkan atau tidak, artinya jika terdapat obyek yang tidak lolos dalam proses sertifikasi, maka bisa diartikan bahwa obyek tersebut tidak memenuhi standar.

Kenapa perlu disertifikasi? mungkin anda mahir dalam berkendara dan juga hafal rambu-rambu lalu lintas dengan baik, namun apakah dengan ini membuat anda merasa tidak perlu mempunyai Surat Ijin Mengemudi (SIM)?

Sertifikasi six sigma -baik green belt ataupun black belt- adalah pengakuan terhadap seorang individu atas  kompetensi dasar yang dimiliki dalam melakukan aktivitas perbaikan. Pada umumnya proses sertifikasi six sigma dibagi menjadi dua pengujian, yaitu ujian teori dan praktek. Ujian teori  menilai pemahaman anda tentang prinsip-prinsip, metodologi, dan aplikasi alat bantu statistik. Sedangkan di ujian prakteknya anda dituntut untuk mampu mengaplikasikan apa yang anda pahami dalam bentuk nyata proyek perbaikan. Di sini anda juga diuji tentang kecakapan memimpin sebuah tim dan bagaimana anda bertindak dalam menghadapi tantangan dan hambatan.

Kembali ke contoh kepemilikan SIM dalam berkendara. Jika anda sedang melakukan audisi untuk seorang sopir. Dari proses persaingan didapat dua orang kandidat yang memiliki kemampuan menyetir dan pemahaman terhadap rambu yang juga baik. Dari dua orang kandidat ini, diketahui salah satunya tidak mempunyai SIM, pada kandidat mana anda mempercayakan kendaraan anda untuk disupiri? Continue Reading

Data Tidak Normal dalam Six Sigma

Dear Expert, dalam implementasi control chart di pabrik kami, kami sering menemukan data yang tidak normal. Apa yang sebaiknya kami lakukan?

Saat melihat data anda tidak normal, sebenarnya ada dua kemungkinannya:

Secara natural, memang proses anda datanya tidak normal.

Bagaimana anda bisa tahu? Anda bisa cek data historical populasi proses Anda dan melakukan tes normalitas (normality test). Jika tidak normal maka kemungkinan besar memang proses anda tidak normal.

Jika ini yang terjadi, anda dapat melakukan control chart yang normal dengan melakukan transformasi data misalnya dengan transformasi box-cox dan transformasi Johnson. Data yang telah Continue Reading

Menghindari Redupnya Aktivitas Perbaikan Lean Six Sigma

Lean Six Sigma Challenge - Tantangan Implementasi Six Sigma

Banyak program perbaikan, Lean Six Sigma, terlihat kuat di awal, namun tidak selamanya bertahan lama. Apa yang harus dilakukan oleh manajemen puncak untuk tetap menjaga  dan memastikan perjalanan virus perbaikan ini tetap menjalar dan berakhir kesuksesan.

Selama satu dekade terakhir, keberhasilan Lean Six Sigma telah dipubikasikan secara meluas,  metodologi DMAIC telah diadaptasi oleh berbagai macam industri adalah indikasi kesuksesan Lean Six Sigma. Namun, sedikit yang menulis tentang perusahaan – perusahaan yang gagal dalam implementasi six sigma. Satu alasan yang pasti adalah tidak semua perusahaan mau mempubilkasikan kegagalan mereka, namun fenomena Lean Six Sigma sebagai flavour of the month ini cukup serius untuk kita diskusikan.

Serupa dengan manusia program six sigma akan mengalami siklus yang dilahirkan, tumbuh, dan meninggal.

Namun jika kita mampu mempertahankan kondisi yang ada, program Lean Six Sigma akan terus tumbuh mempercepat keunggulan dan daya saing kita.

Berikut adalah 4 cara bagaimana kita mempertahankan program Lean Six Sigma:

1. Pilih Alat Ukur  yang Tepat

Banyaknya proyek six sigma atau berapa banyak Green Belt yang tersertifikasi dalam organisasi anda bukanlah tujuan dari diadakannya program six sigma. Ingat program six sigma adalah berapa banyak saving yang dihasilkan untuk perusahaan. Banyaknya jumlah proyek six sigma atau banyaknya Green Belt yang anda punya bukan jaminan bisnis dari tahun ke tahun, memang benar bahwa Green Belt adalah agen perubahan, namun mencetak agen perubahan sebanyak mungkin tanpa mendefinisikan dengan tepat apa yang akan dirubah akan membuat organisasi kehilangan fokus. Metrik utama untuk mengukur keberhasilan Six Sigma harus selalu didasarkan pada nilai bisnis kembali ke perusahaan

2. Pemilihan Proyek yang Tepat

Pemilihan proyek yang tepat adalah komponen kunci untuk keberlangsungan program Six Sigma. Proyek tidak boleh dipilih hanya untuk mendapatkan seseorang disertifikasi atau untuk membungkus DMAIC terhadap masalah yang jelas bukan proyek Six Sigma hanya untuk mendapatkan visibilitas. Karena proyek membantu menjaga momentum, Pemimpin/champion harus sangat selektif ketika menentukan proyekSix Sigma. Champion harus mampu menyeleraskan visi perusahaan terhadap KPI dan proyek-proyek Six Sigma dan mampu memvalidasi keuntungan proyek dari sisi finansialnya

3. Membangun Infrastruktur yang Kuat

Siapa yang bertanggung jawab atas keberhasilan Six Sigma dalam suatu organisasi? Bukan Black/ Green Belts. Kepemimpinan organisasi menentukan keberhasilan atau kegagalan program Lean Six Sigma ini.  Para pemimpin organisasi/ champion bertanggung jawab mengkomunikasikan harapan dan tanggung jawab untuk memilih dan pemimpin proyek menyiapkan pelatihan, manajemen harus menyediakan program dengan dasar yang kuat. Selain itu, para pemimpin harus mengevaluasi komponen dasar bisnis sebelum menerapkan Six Sigma. Misalnya, apakah organisasi memiliki kapabilitas yang cukup untuk menerapkan Lean Six Sigma? Apakah proses didokumentasikan dan dipelihara secara rutin? Apakah metrik yang digunakan sudah tepat ? Jika belum, para pemimpin mungkin memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus dilakukan sebelum meluncurkan Six Sigma

4. Lean Six Sigma adalah sebuah Perjalanan

Program Lean Six Sigma adalah proses yang berevolusi.  Organisasi harus mampu membuat program Lean Six Sigma bukan sesuatu yang basi setelah beberapa tahun implementasinya. Perluasan kemampuan karyawan dalam menjaga inisiatif ini tetap segar perlu dijalankan. Contohnya melibatkan Desgin for Six Sigma untuk melengkapi DMAIC, atau pengenalan baru, ide alat atau konsep, tidak ada alasan untuk menghambat pertumbuhan tubuh perbaikan terus menerus.

Itulah beberapa cara untuk menghindari redupnya aktivitas improvement di dalam Lean Six Sigma.

Taguchi Loss Function

- - Analyze, Improve, Lean Six Sigma

Definisi yang cukup sederhana dari Taguchi Loss Function ini adalah sebuah cara untuk menunjukkan bagaimana masing-masing bagian yang tidak sempurna bekerja. Hasil dari Taguchi Loss Function ini merepresentasikan rugi-rugi yang dialami oleh perusahaan. Sedangkan definisi teknik dari Taguchi Loss function adalah sebuah representasi parabolic yang mengestimasikan quality loss, diekspresikan secara moneter, yang dihasilkan ketika karakteristik kualitas menyimpang dari target value. Cost dari penyimpangan ini meningkat secara eksponensial sebanding dengan menjauhnya karakteristik dari target value.

Anda dapat memahami Taguchi Loss Method dengan melihat grafik berikut ini :

Continue Reading

Memahami Prinsip Pareto

- - Measure

Untuk waktu yang lama, Hukum Pareto telah mengacaukan prospek ekonomi seperti sebuah penghalang yang senantiasa berpindah dalam sebuah lanskap: sebuah hukum empiris yang tidak seorangpun dapat menjelaskannya – Josef Steindl

Pada tahun 1897 seorang ekonom berkebangsaan Italia, Vilfredo Pareto, sedang melakukan penelitian tentang pola kekayaan dan pendapatan pada abad 19 di Inggris. Ia menemukan bahwa sebagian besar pendapatan dan kekayaan hanya dinikmati oleh kelompok minoritas dalam sampel penelitiannya. Ia juga menemukan dua fakta penting lainnya yaitu: Pertama, ada hubungan matematis yang konsisten antara proporsi orang dengan jumlah kekayaannya. Contohnya:  jika 20% populasi menikmati 80% kekayaan, maka dapat diprediksi bahwa 10% penduduk menikmati 65% kekayaan, dan 5% akan mendapatkan 50% kekayaan. Hal ini yang disebut oleh Pareto sebagai predictability unbalanced atau ketidakseimbangan distribusi kekayaan yang dapat diprediksi

Penemuan Pareto lainnya adalah pola ketidakseimbangan ini berulang secara konsisten dengan pola yang sama, kontinyu, dan memiliki ketepatan matematis pada negara lain dal dalam kurun waktu yang lama.

Prinsip Pareto dipakai secara luas pada tahun 1950-1990, dipelopori oleh Guru kualitas kelahiran Rumania Joseph Moses Juran. Ide hebatnya adalah menggunakan prinsip Pareto bersama dengan metode statistik lain untuk menghilangkan cacat kualitas dan meningkatkan keandalan. Dalam bukunya Quality Control Handbook yang terbit pada tahun 1951 menjelaskan bahwa Prinsip Pareto tentang ketidakseimbangan yang berlaku pada distribusi kekayaan, berlaku pula pada distribusi hilangnya kualitas. Tidak banyak yang percaya pada teori Juran di AS waktu itu, sampai dia diundang oleh konsorsium industri  Jepang untuk memaparkan teorinya dan menetap di sana untuk mengubah nilai dan kualitas produk mereka, itulah awal dari revolusi kualitas secara global.

Alasan kenapa kita perlu memahami prinsip Pareto karena prinsip ini bertentangan dengan intuisi kita, kita cenderung berharap bahwa semua penyebab sama pentingnya, semua konsumen adalah sederajat! Kita pernah melihat usaha pemerintah untuk meratakan pendapatan, namun ketidaksetaraan yang dihilangkan di satu tempat akan muncul di tempat lainnya. Perlu kita pahami hal ini adalah suatu bentuk kewajaran.

Jadi, dengan memahami dan memanfaatkan prinsip Pareto dalam kehidupan kita, maka kita akan  berusaha menjadi yang terbaik dalam sedikit hal, daripada menjadi baik dalam banyak hal dan kita akan berusaha untuk bekerja lebih sedikit untuk mencapai beberapa tujuan yang paling berharga daripada mengejar setiap peluang yang ada.