Axiomatic Design

- - Six Sigma

Axiomatic design adalah sebuah metodologi desain sistem menggunakan metode matrix untuk menganalisa transformasi dari kebutuhan customer secara sistematis ke dalam  functional requirement, parameter desain, dan variabel proses. Istilah axiomatic ini sendiri didapat dari kegunaan prinsip desain atau desain Axioms yang mempengaruhi analisis dan proses pengambilan keputusan dalam mengembangkan produk berkualitas tinggi atau sebuah desain sistem. Axiomatic design disinyalir sebagi metode desain yang mengalamatkan masalah mendasar dalam Taguchi Methods.

Metodologi ini dikembangkan oleh Dr. Suh Nam Pyo sejak tahun 1990an. Beliau adalah Dokter dari departemen Teknik Mesin di Universitas MIT. Beberapa rangkaian konferensi akademik telah diadakan untuk menambahkan pengembangan yang diperlukan dalam metodologi ini. Konferensi terakhir yang telah diselenggarakan adalah International Conference on Axiomatic Design (ICAD) yang dilaksanakan pada tahun 2009 silam di Negara Portugal.

Continue Reading

Statistik dan Six Sigma

Statistik dan Six Sigma

Statistik dan Six Sigma. Pada tahun 1925, Whalter Shewhart yang dikenal sebagai bapak pengendalian kualitas pernah mengatakan bahwa:

“Kontribusi statistik tidak dilihat dari seberapa banyak karyawan anda yang ahli statistik, namun seberapa sukses anda menanamkan pola pikir statistik pada teknisi, produksi, dan enjiner yang membentuk proses anda di masa depan”.

Apa yang dikatakan Shewhart tujuh puluh enam tahun yang lalu itu terasa masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Seriring semakin meningkatnya keinginan pelanggan akan kualitas yang unggul ditambah lagi banyaknya pilihan, produsen  berlomba-lomba meningkatkan kinerjanya untuk dapat memenangkan kompetisi dengan cara meningkatkan kualitas dan produktivitas.

Dalam beberapa dekade belakangan ini beberapa metodologi peningkatan kinerja dipakai para produsen untuk dapat terus efektif dan efisien dalam prosesnya. Six Sigma adalah salah satunya metodologi yang terbukti membantu para produsen untuk dapat mencapai tujuannya itu.

Six Sigma berakar dari pendekatan yang mendorong perbaikan proses melalui pengukuran statistik dan analisa data. Six Sigma bertujuan untuk menghasilkan tidak lebih dari 3,4 cacat per 1 juta kesempatan dalam proses produksi.

Pendekatan Six Sigma adalah proyek – dengan kata lain, ketika peluang perbaikan berhasil diidentifikasi, maka dibentuklah suatu tim dengan sumber daya dan rencana kerja untuk mengeksekusinya. Eksekusi proyek Six Sigma mengikuti pola yang sangat ketat (atau dalam project management disebut sebagai milestone) yaitu: Define, Measure, Analyze, Improve, Control. Pada setiap fase dalam roadmap DMAIC inilah seperangkat alat khusus digunakan, dan sebagian besar alat-alat ini berkaitan dengan prinsip dan aplikasi statistik.

Menurut  Deming  statistik adalah mempelajari dan memahami variasi dalam proses dan populasi, menyimpulkan interaksi yang  terjadi antar variabel, memahami definisi operasional untuk dapat mengkomunikasikan data secara efektif, dan akhirnya, mengambil tindakan untuk mengurangi variasi dalam proses atau populasi tersebut. Singkatnya, statistik adalah alat yang dipakai untuk mengubah data menjadi informasi, dari informasi kita mendapat pengetahuan, dan dari pengetahuan kita dapat menentukan tindakan yang akan kita lakukan.

Tujuan kita mempelajari statistik bukanlah menjadikan diri kita seorang ahli statistik tetapi kita mempunyai pengetahuan yang cukup sehingga kita mampu menggunakan metode statistik mana yang sesuai dalam setiap fase DMAIC. Sehingga tidak akan lagi idiom “Ketika alat yang kita punya adalah martir, maka semua masalah terlihat sebagai paku” berlaku pada kita. Itulah statistik dalam six sigma.

Perlukah Sertifikasi Six Sigma?

Untuk menjawab pertanyaan di atas penting bagi kita mengenal dulu istilah standar. Standar adalah seperangkat aturan atau petunjuk yang dibuat untuk mempermudah kita dalam melakukan suatu pekerjaan.  Dengan aturan kita dapat berlaku dengan baik, benar dan teratur. Undang-undang adalah contoh umum dari apa yang disebut standar

Sedangkan sertifikasi sendiri adalah proses ujian untuk mengetahui apakah suatu obyek telah memenuhi standar yang ditetapkan atau tidak, artinya jika terdapat obyek yang tidak lolos dalam proses sertifikasi, maka bisa diartikan bahwa obyek tersebut tidak memenuhi standar.

Kenapa perlu disertifikasi? mungkin anda mahir dalam berkendara dan juga hafal rambu-rambu lalu lintas dengan baik, namun apakah dengan ini membuat anda merasa tidak perlu mempunyai Surat Ijin Mengemudi (SIM)?

Sertifikasi six sigma -baik green belt ataupun black belt- adalah pengakuan terhadap seorang individu atas  kompetensi dasar yang dimiliki dalam melakukan aktivitas perbaikan. Pada umumnya proses sertifikasi six sigma dibagi menjadi dua pengujian, yaitu ujian teori dan praktek. Ujian teori  menilai pemahaman anda tentang prinsip-prinsip, metodologi, dan aplikasi alat bantu statistik. Sedangkan di ujian prakteknya anda dituntut untuk mampu mengaplikasikan apa yang anda pahami dalam bentuk nyata proyek perbaikan. Di sini anda juga diuji tentang kecakapan memimpin sebuah tim dan bagaimana anda bertindak dalam menghadapi tantangan dan hambatan.

Kembali ke contoh kepemilikan SIM dalam berkendara. Jika anda sedang melakukan audisi untuk seorang sopir. Dari proses persaingan didapat dua orang kandidat yang memiliki kemampuan menyetir dan pemahaman terhadap rambu yang juga baik. Dari dua orang kandidat ini, diketahui salah satunya tidak mempunyai SIM, pada kandidat mana anda mempercayakan kendaraan anda untuk disupiri? Continue Reading

SSCX – Green Belt – Oktober 2012

Pelatihan Six Sigma Green Belt kembali akan diselenggarakan oleh SSCX International pada bulan Oktober 2012. Pendaftaran sudah dapat dilakukan, untuk memastikan Anda mendapatkan biaya terrendah selama masa early bird. Hubungi SSCX di www.SSCXinternational.com atau training@sscxinternational.comLink informasi pelatihan di sini.

Apa itu Green Belt dan Black Belt?  Baca lebih lengkap di sini.

 

 

Pelatihan Six Sigma yang Efektif

- - Six Sigma

Setiap organisasi mempunyai tujuan bisnis agar tetap bertahan dan meningkatkan kompetisi utamanya. Six Sigma adalah sebuah inisiatif/ program yang menyeleraskan antara tujuan bisnis dengan aktivitas perbaikan. Artinya dengan six sigma bagaimana tujuan bisnis tersebut bisa dicapai dapat dijelaskan melalui berbagai inisiatif proyek perbaikan yang dijalankan.

Salah satu kunci kesuksesan program Six Sigma adalah tingkat kesuksesan proyek perbaikan. Sukses tidaknya proyek perbaikan sangat tergantung pada kemampuan pemimpin proyek (green belt maupun black belt) dalam memimpin dan mengeksekusi proyek perbaikan. Jadi, kemampuan atau kompetensi seorang pemimpin proyek mutlak dimiliki.

Program pelatihan adalah salah satu pendekatan utama untuk bisa meningkatkan kompetensi para Green/Black Belt. Mengingat betapa kritikal kompetensi ini, maka perlu dilakukan analisa menyeluruh agar dapat  merumuskan program pelatihan yang efektif.

Proses analisa ini terdiri dari 3 fase yaitu:

  • Sebelum pelatihan dilakukan (pre-training)
  • Pada saat pelatihan diberikan (during training)
  • Setelah pelatihan diberikan (after training)

Persiapan  Sebelum Pelatihan

TNA atau Training Need Analysis perlu dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh. Continue Reading

Lean Training di dalam Six Sigma

Banyak rekan yang memiliki persepsi bahwa Lean dan Six Sigma adalah dua hal berbeda yang tidak bisa disatukan, oleh karena itu Lean Training dan Six Sigma Training adalah dua hal yang terpisah pula. Lean Training yang merupakan bentuk upaya peningkatan upaya terkait dengan Lean Thinking adalah sekumpulan pelatihan yang mengkombinasikan class-room atau pelatihan di dalam kelas dengan praktik langsung menyelesaikan sebuah case, atau constraint/hambatan, atau bottleneck ataupun masalah.

Six Sigma training yang mengacu pada format DMAIC sering dinilai tidak klop dengan Lean Training. Menurut kami ini persepsi yang keliru atau tidak tepat. Lean Manufacturing atau Lean Service, Lean Banking, Lean Healthcare memang secara sejarah dan prinsip berbeda dengan model konvensional Six Sigma. Dalam model “konvensional”, Six Sigma adalah sebuah metodologi yang relatif lebih “kaku” dengan sekumpulan “tools” dan dengan project yang dieksekusi oleh Green Belt dan Black Belt lewat pelatihan six sigma yang intensif.

Lean Training

Lean Training di satu sisi adalah pelatihan yang lebih Continue Reading

Pelatihan Lean di Jakarta

Pelatihan Lean adalah pelatihan yang membahas mengenai bagaimana mengimplementasikan Lean Manufacturing di organsiasi kita.  Pelatihan Lean biasanya menjelaskan mulai dari prinsip dan konsep dari Lean Manufacturing, Lean Service, hingga pada penggunaan tools atau alat. Di Indonesia,  pelatihan lean diadakan mulai dari durasi 2 jam (lebih tepat disebut briefing) hingga beberapa hari.

Pelatihan Lean Overview

Pelatihan Lean Overview umumnya berdurasi 2 jam hingga 2 hari mencakup pemahaman akan prinsip dan konsep Lean seperti tergambar pada ilustrasi di atas. Dalam pelatihan ini peserta akan diajak memahami tujuan dari Lean hingga bagaimana cara mencapainya. Tujuan dari Lean Manufacturing ini sendiri adalah highest quality, lowest cost, shortest lead time.Tools atau alat akan dibahas mengenai objektifnya sehingga peserta bisa memahami hubungan antara Continue Reading