Bagaimana Memilih Konsultan yang Tepat?

Ketika Six Sigma adalah sesuatu yang baru dalam organisasi anda, mungkin anda akan meminta bantuan konsultan untuk membuat cetak biru roadmap, memberikan pelatihan pada karyawan, pemilihan proyek, dan saran untuk pembangunan infrastruktur yang cocok bagi organisasi

Sikap hati-hati dan teliti sangat diperlukan ketika memilih konsultan yang tepat untuk menjadi mitra organisasi anda. Program  Lean Six Sigma adalah tentang momentum dan penerimaan dari seluruh karyawan yang akan menentukan sukses tidaknya program ini bertahan lama. Momentum yang tidak tepat atau penerimaan yang rendah dari karyawan karena disebabkan gagalnya proses sosialisasi  dan komunikasi akan sulit menjaga program ini dari hanya sekedar “pasar malam” – gemerlap, wah, dan rame namun hanya berumur tak lebih dari seminggu.

Berikut adalah beberapa kriteria yang  harus dipenuhi konsultan six sigma:

  • Reputasi dan referensi, mintalah referensi dan tanyakan tentang program six sigma yang berjalan pada beberapa perusahaan yang pernah ditangani. Jika memungkinkan tanyakan tentang kualitas konsultan dan beberapa contoh proyek serta hasilnya
  • Credential, Pastikan konsultan anda memiliki credential seperti keanggotaan pada asosiasi yang bereputasi global, sertifikasi profesional, dan sedikit banyak memahami proses yang ada di organisasi anda. Pastikan konsultan memiliki kemampuan “mendengarkan” dan observasi . Hal ini perlu dilakukan karena konsultan akan mengumpulkan informasi yang akurat untuk menentukan pendekatan yang tepat
  • Pengetahuan dasar tentang Lean Six Sigma, ini adalah bagian terpenting dalam memilih konsultan untuk Lean Six Sigma. Pastikan konsultan six sigma memiliki pengetahuan yang mumpuni tentangg metodologi six sigma beserta alat-alat teknik yang mendukungnya. Khususnya, cari informasi bagaimana mereka menerapkan alat-alat teknik ini dalam menjalankan six sigma di organisasi lainnya. Tes pengetahuan mereka tentang six sigma tingkat lanjut seperti Design of Experiment, Theory of Constraint, Quality Function Deployment, Benchmarking, Value Engineering,Mistake Proofing, Control Plans, Multivariate Analysis, dan lainnya.  Selain itu tanyakan berapa banyak Black Belt yang memiliki pengalaman langsung memimpin beberapa proyek Six Sigma. Jika anda meminta bantuan dalam pelatihan juga, tanyakan berapa lama jam terbang selama setahun dan rata-rata skor penilaian. Six Sigma adalah tentang perubahan budaya organisasi, cari tahu latar belakang konsultan dalam menghadapi resistensi dan mengelola perubahan. Jangan gunakan jasa konsultan yang sangat ahli statistik namun minim pengalaman sebagai praktisi Six Sigma
  • Paket, untuk sepenuhnya mengevaluasi kemampuan seorang konsultan, anda  memerlukan penilaian mengenai pelaksanaan strateginya. Hal ini harus mencakup metodologi dan perencanaan waktu (time line) program secara rinci, khususnya
    implementasi struktur dan template yang harus harus diikuti.
  • Fleksibilitas, pastikan bahwa konsultan anda memiliki fleksibilitas dalam hal merubah rencana kerja tanpa harus kehilangan momentum. Konsultan harus mampu mencapai milestone dan pekerjaannya tanpa harus mengganggu pekerjaan normal para karyawan
  • Harga, tentukan seberapa banyak hari yang dibutuhkan konsultan untuk datang dan menyelesaikan tugas-tugasnya, berapa total biaya dan berapa ROI-nya? Perlu diingat bahwa konsultan akan menciptakan pondasi berdirinya budaya perbaikan di organisasi, jadi jangan kompromi terhadap kualitas, carilah yang terbaik.

Memilih konsultan seperti layaknya memilih istri, pastikan semua kriteria yang anda inginkan tercapai sebelum anda meminangnya.

sumber gambar: cpatigayon.wordpress.com/

Menghubungkan Aktivitas Perbaikan dengan Dampak Finansial

Aktivitas perbaikan mempunyai tujuan yang berbeda-beda, antara lain: meningkatkan kepuasan pelanggan, mengefisienkan sumber daya yang dipakai, peningkatan produktivitas, mempercepat proses pengiriman, dan membuat produk yang anti-cacat.

Business Graph with arrow and coins showing profits and gains

Semua inisiatif yang dijalankan di atas tentu mempunyai muara yang sama, yaitu bagaimana inisiatif-inisiatif tersebut berdampak pada penambahan profit organisasi.

Jika ada inisiatif perbaikan yang tidak berdampak pada aspek finansial, akankah kita masih mau melakukannya? Mungkin, bisa jadi kita akan tetap melakukannya, tapi pertanyaan selanjutnya adalah sampai kapan?

Profit bukanlah segalanya, tapi profit – bisa jadi- adalah awal dari segalanya. Anda tidak akan bisa menjamin bisnis atau organisasi anda tetap bertahan, kecuali organisasi tersebut mempunyai bahan bakar yang cukup untuk memutar laju bisnisnya. Dan bahan bakar itu berupa kapital.

Six Sigma adalah metodologi perbaikan yang menekankan pada hasil finansial pada proyek yang dijalankan. Bagaimana Six Sigma dapat menjamin hal tersebut? Continue Reading

Taguchi Methods

Taguchi Methods adalah sebuah metode statistik yang dikembangkan oleh Genichi Taguchi untuk meningkatkan kualitas dari hasil produksi manufaktur, engineering, biotechnology, marketing, dan edvertising.

Filosofi

  • Kualitas harus didesain di dalam produk, bukan diperiksa di dalam produk
  • Kualitas terbaik dapat dicapai dengan meminimalisir penyimpangan dari target. Produk tersebut harus didesain agar tahan terhadap faktor lingkungan yang tidak dapat dikendalikan
  • Cost dari suatu kualitas harus diukur sebagai fungsi penyimpangan dari standard dan kerugian harus diukur dari keseluruhan sistem

Taguchi Methods melibatkan reduksi variasi dari proses melalui desain robust dari eksperimen. Continue Reading

Is My Organization Ready to Implement Lean Six Sigma?

- - Uncategorized
By: SSCX – Six Sigma Indonesia Center of Excellence

Once you have decided to implement a quality program (e.g. Lean Six Sigma) within your business or organization, you will devote a lot of time and resources. Undertaking a program is a major organizational commitment that the success depends on many factors, such as the company’s culture, and top management involvement. Not all organizations are ready for such commitment. Here we share to you the key guidance to identify some of the successful deployment criteria, and form your own conclusions about your organizations readiness.

1. Analyze The Organization and Its Need For Quality Improvement
Before you go through further steps, you should understand your organization’s operations, how it functions in its environment, what its strengths and weaknesses are, and how it will be affected by proposed quality improvement changes in order to craft an effective implementation plan. If this first step is not sound, no amount of implementation know-how will help your organization achieve its goals.

Quality improvement change will not occur unless the forces driving it are stronger than those resisting it. By lifting these forces, you as a manager have a way to determine your organizations’ readiness for change.

Few tactics to be considered in the process as follow:
Continue Reading

Control Chart – Part 2 – Interpretasi Peta Kendali

Menginterpretasikan Control Chart

Beberapa dari anda mungkin telah familiar dengan control chart, berikut tipe dan penggunaannya. Sebagai Process Owner, anda harus mampu menginterpretasi control chart dengan tepat, karena chart akan menunjukkan tindakan apa yang perlu atau tidak perlu dilakukan.

Variasi akan selalu ada dalam proses. Tugas anda adalah memisahkan variasi-variasi tersebut kedalam dua kategori, yaitu Cause dan Special Cause. Lalu gunakan garis tengah (mean), batasan kontrol, dan plot data untuk membentuk interpretasi anda.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para Process Owner adalah memerintahkan timnya untuk membuat banyak control chart. Ketika tembok mereka telah dipenuhi oleh banyak chart yang bagus, tidak ada orang yang bertanggung jawab untuk menginterpretasi dan mengambil tindakan berdasarkan chart tersebut. Bertindak berdasarkan satu chart akan jauh lebih baik daripada tembok yang dipenuhi banyak chart yang tidak fungsional.

Bagaimana Menginterpretasi Sebuah Control Chart? Continue Reading

Merencanakan Pengumpulan Data

- - Measure, Six Sigma

Seperti kita ketahui bersama, Six Sigma dalah metodologi perbaikan yang berbasis pada data. Memahami jenis data akan mempermudah kita untuk menentukan alat statistik apa yang kita pakai untuk mengolahnya. Data terdiri dari dua tipe, yaitu:

  • Continuous –Variabel yang terukur pada suatu produk atau proses, yang dapat dibagi sampai tidak terhingga. Contoh: waktu, ukuran, berat, temperatur, kecepatan.
  • Discrete atau Attribute – Suatu hitungan, bagian, atau persentase dari sebuah karakteristik atau kategori. Data proses jasa seringkali bersifat discrete

Setelah mengetahui tipe data, langkah selanjutnya adalah bagaimana kita mengumpulkan data tersebut. Ada pertimbangan praktis yang mempengaruhi keputusan untuk mengumpulkan data pengukuran. Seringkali tidak memungkinkan kita mengambil seluruh populasi untuk menarik suatu kesimpulan yang kita inginkan , faktor yang umum biasanya adalah biaya. Lebih baik kita mengambil beberapa sampel dari populasi tapi kita meyakini bahwa sampel tersebut bisa memprediksi secara keseluruhan. Pertimbangan lainnya adalah adanya kondisi khusus, contohnya tes destruktif, tidak mungkin kita merusak semua produk yang kita hasilkan hanya untuk mengetahui seberapa kuat produk kita.

Jadi, bagaimana cara kita menyusun rencana pengumpulan data dan menghitung besaran sampling yang sesuai? Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Stratifikasi data. Mengkategorikan data berdasarkan karakteristik (faktor) yang sama. Tujuannya adalah dengan cara apa anda akan melihat data dan dengan stratifikasi anda memunculkan pola-pola kecurigaan untuk investigasi awal. Jika faktor stratifikasi tidak dibuat “di awal”, maka anda kemungkinan  harus mengulangi proses lagi nantinya. Di sisi lain, mencari terlalu banyak faktor juga akan membuat data lebih sulit untuk dikumpulkan dan biaya lebih besar
  2. Mengembangkan Definisi Operasional. Definisi Operasional adalah penjelasan yang lengkap dan tepat yang menceritakan tentang makna atau arti dari karakter yang akan kita ukur, termasuk bagaimana kita mengukurnya
  3. Identifikasi sumber data. Pertimbangkan apakah kita akan menggunakan data yang sudah ada atau mencari data baru. Pertimbangkan masalah validitas data, harga, waktu, dan trade-offnya.
  4. Mengumpulkan data. Check sheet adalah salah satu  tool statistik yang sederhana namun sangat powerful untuk mengumpulkan data.
  5. Tentukan pengambil data. Orang yang mengambil data harus memahami proses, mengerti definisi operasional, mengerti bagaimana data ditabulasi, dan yang terpenting adalah tidak bias
  6. Menentukan ukuran Sampel. Metode sampling apa yang sesuai random atau sistematik?  Tentukan juga tipe samplingnya apakah populasi atau proses? Memahami tipe data di awal, akan membantu kita menentukan berapa banyak jumlah sampling yang dibutuhkan. Karena data diskrit dan continuous sangatlah berbeda perhitungan samplenya.

Berbicara dengan data akan mempermudah kita meyakinkan manajemen dan para stakeholder, dan yang terutama adalah seberapa valid data yang kita pakai itu. Ingat Gagal merencanakan, berarti anda merencanakan kegagalan itu sendiri.

sumber gambar: http://contactsimply.com/

Lean Training di Indonesia

Lean Training adalah salah satu pelatihan yang paling menarik yang banyak diikuti perusahaan-perusahaan baik manufaktur maupun jasa.  Pelatihan Lean atau Lean Training biasanya menjelaskan mulai dari prinsip dan konsep dari Lean Manufacturing, Lean Service, hingga pada penggunaan tools atau alat. Di Indonesia,  pelatihan lean atau lean training diadakan mulai dari durasi 2 jam (lebih tepat disebut briefing) hingga beberapa hari.

Lean Training – Umum – 2 Jam hingga 2 Hari

Lean Training yang berupa briefing (2 jam hingga 2 hari) mencakup pemahaman akan prinsip dan konsep Lean seperti tergambar pada ilustrasi di atas. Tujuan utama dari Lean ini sendiri adalah highest quality, lowest cost, shortest lead time. Dalam pelatihan ini peserta akan diajak memahami tujuan dari Lean hingga bagaimana cara mencapainya. Tools atau alat akan dibahas mengenai Continue Reading