Pareto Chart

- - Control

Pareto Chart adalah salah satu jenis chart yang terdiri dari grafik balok dan juga garis. Penamaannya sendiri diambil dari nama orang yang menemukannya yaitu Vilfredo Pareto. Pada chart ini, value individu direpresentasikan oleh balok dalam urutan yang menurun dan jumlah total kumulatif direpresentasikan oleh garis.

Continue Reading

Data Tidak Normal dalam Six Sigma

Dear Expert, dalam implementasi control chart di pabrik kami, kami sering menemukan data yang tidak normal. Apa yang sebaiknya kami lakukan?

Saat melihat data anda tidak normal, sebenarnya ada dua kemungkinannya:

Secara natural, memang proses anda datanya tidak normal.

Bagaimana anda bisa tahu? Anda bisa cek data historical populasi proses Anda dan melakukan tes normalitas (normality test). Jika tidak normal maka kemungkinan besar memang proses anda tidak normal.

Jika ini yang terjadi, anda dapat melakukan control chart yang normal dengan melakukan transformasi data misalnya dengan transformasi box-cox dan transformasi Johnson. Data yang telah Continue Reading

Project Charter

- - Define, Six Sigma

Ketika permasalahan sudah ditemukan untuk diperbaiki, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah membuat project charter. Ada berbagai macam isitilah pada project charter diantaranya: team charter, project order, atau project sheet, namun memiliki definisi sebagai berikut:

Lembar perjanjian antara project team dengan shareholder yang menceritakan menceritakan tentang alasan kenapa proyek ini dijalankan, fokus, dan tujuannya. Charter juga menjelaskan tentang sumber daya yang dibutuhkan tim agar project berhasil.

Dari definisi di atas, tujuan utama project charter Continue Reading

Implementasi Six Sigma

- - Six Sigma

Satu kunci dari inovasi Six Sigma mencakup profesionalitas dari quality management function. Sebelum kemunculan Six Sigma, quality management pada penerapannya terdegradasi secara besar-besaran ke arah produksi dan ahli statistic dalam quality department yang terpisah. Program Six Sigma yang resmi mengadaptasikan terminologi ranking (mirip seperti beberapa sistem bela diri) untuk menentukan hierarki (dan jalur karir) yang melibatkan semua lini bisnis.

Six Sigma mengidentifikasikan beberapa peranan untuk mencapai implementasi yang sukses.

Continue Reading

Six Sigma Calculator

Kalkulator Six Sigma alias Six Sigma Calculator adalah alat bantu untuk membantu Anda untuk menghitung nilai sigma pada proses Anda. Kalkulator Six Sigma ini bisa menggantikan kerepotan Anda dalam menghitung nilai sigma. Cara hitung nilai sigma dalam kalkulator six sigma ini sama dengan teori dan praktik umum

Nilai defect per million opportunity atau DPMO adalah salah satu ukuran konversi penting dalam kalkulator six sigma (Six Sigma Calculator) ini. Cara hitung nilai sigma di sini juga sudah mempertimbangkan kebutuhan akan data variabel dan atribut, perhitungan standard deviation maupun mean. Ini banyak digunakan dalam fase Measure di dalam siklus DMAIC.

Freeware for Blackberry: http://www.sscxinternational.com/ideas/six-sigma-calculator/

Silakan diinstall di blackberry Anda :) Dan gunakan kalkulator six sigma (Six Sigma Calculator) ini dalam project Anda. Kalkulator six sigma (Six Sigma Calculator) dirilis oleh SSCX International.

UPDATE 2013: LINK INI TIDAK DAPAT LAGI DIGUNAKAN KARENA PERUBAHAN KONTEN PADA WEBSITE SSCX.

Project Scope

- - Define, Six Sigma

Hal yang terpenting sebelum menjalankan proyek six sigma adalah adanya kesepakatan tertulis antara pemimpin proyek (green belt atau black belt), project champion, Sponsor, Finance & Accounting, dan anggota proyek yang disebut project charter.

Project charter menceritakan tentang latar belakang permasalahan, berapa besar estimasi biaya dijalankannya proyek ini, sampai dengan keuntungan yang didapatkan jika proyek ini berhasil dijalankan, dan yang utama adalah mendefinisikan di area mana lingkup kerja proyek ini.

ketika kita berbicara tentang mendefinisikan ruang lingkup, kita berbicara tentang mengembangkan pemahaman bersama seperti apa yang termasuk dalam, atau dikecualikan dari, sebuah proyek. Setelah mendefinisikan ruang lingkup, maka biaya dan waktu pelaksanaan proyek bisa dihitung. Jika ruang lingkup salah, waktu dan biaya juga akan salah.

Kesalahan dalam menentukan batasan lingkup suatu proyek atau tidak adanya kontrol yang efektif dalam merevisi suatu charter akan mengakibatkan hal berikut:

  • Ruang lingkup terlalu luas:  Jika anda merasa bahwa komitmen dari sumber daya anda begitu kuat, dan organisasi anda sangat berkeinginan untuk melakukan perubahan  yang radikal, dan anda percaya pada kekuatan tunggal anda, sehingga anda melibatkan beberapa proses dan bagian dalam ruang lingkup kerja proyek anda. Waspadalah ini yang disebut dengan overscope. Gejala – gejala dari overscope ini adalah:
  1. Membutuhkan lebih dari tujuh anggota tim
  2. Membutuhkan berlembar-lembar kertas untuk menggambar process map
  3. Problem statement tidak jelas mengacu  pada satu isu
  4. Terdapat beberapa target (Ys)
  5. Tidak jelas titik mulai dan akhinya
  6. Melibatkan beberapa champions
  7. Membutuhkan lebih dari setahun untuk menyelesaikan project ini
  • Ruang lingkup terlalu sempit:  atau yang disebut underscope
    Gejala – gejala dari underscope ini adalah:
  1. Tidak berhubungan dengan strategi perusahaan
  2. Memberikan dampak yang tidak significant terhadap customer
  3. Project saving < Project implementation
  4. Solusi sudah jelas dan dapat segera diimplementasikan

Cara yang paling efektif dalam menentukan batasan ruang lingkup (scope) proyek adalah dengan membuat SIPOC diagram.  SIPOC diagram mempermudah kita dalam mengidentifikasi pelanggan dan kebutuhannya, setelah itu kita dapat mengetahui proses apa saja yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan tersebut dan mengetahui input apa saja yang dibutuhkan untuk proses tersebut dan mengetahui siapa penyedia input tersebut. Dari SIPOC diagram tersebut kita dapat menandai awal dan akhir proses yang berada dalam lingkup kerja kita

Control Chart – Part 1

Apa itu Control Chart?

Contol chart akan memberitahu anda, apa yang dapat diharapkan dari sebuah proses. Tool ini juga akan membantu anda mengetahui jika ada hal-hal yang menyimpang dalam proses, sehingga anda bisa langsung mengambil tindakan dan mengembalikan proses pada jalur yang benar. Misalnya, jika anda memiliki variasi dalam proses, apakah variasi tersebut terjadi secara alami dan terprediksi, atau apakah ada sesuatu yang salah, yang membutuhkan investigasi lanjutan?

Tool control chart akan membantu Process Owner keluar dari kebiasaan buruk, yaitu hanya mengambil tindakan berdasarkan data-data terbaru saja. Jika anda hanya melihat data-data terbaru, info yang anda dapatkan tidak akan cukup lengkap untuk menghasilkan keputusan yang baik.

Tool ini juga akan memberitahu anda, kapan untuk melakukan investigasi lanjutan atas sebuah penyimpangan, dan kapan anda bisa membiarkannya saja. Singkatnya, control chart akan membantu anda untuk lebih produktif dan menghindari waktu dan energi terbuang untuk hal-hal yang tidak perlu.

Bentuk dan Tipe Control Chart

Pada control chat dalam bentuk umum, kita akan melakukan perencanaan kinerja proses dalam bentuk grafik. Chart akan memiliki tiga garis: UCL (Upper Control Limit), Mean (nilai rata-rata), dan LCL (Lower Control Limit). Jika data anda masih berada didalam batas 3 garis ini, maka dapat diasumsikan tidak ada masalah yang berarti dalam proses anda pada saat ini.

Dalam keluarga control chart, terdapat banyak tipe dan rupa yang dapat anda temukan. Beberapa diantaranya adalah:

  • Individual Control Charts
  • I & MR Control Charts
  • X-Bar & S Charts
  • X-Bar & R Charts
  • P-Charts
  • U-Charts

Untungnya, semua control charts tersebut memiliki format 3 garis yang sama: garis tengah, UCL dan LCL. Tujuan dari pembuatan semua control chart tersebut adalah membuat plotting data sehingga anda bisa langsung melihat kasus-Special Cause yang terjadi dalam proses, jika ada. Tujuannya adalah, tentu saja, untuk mengambil keputusan mengenai tindakan-tidakan yang perlu dilakukan.

Semua jenis chart tersebut sama-sama menyajikan data mengenai kinerja proses dari waktu ke waktu. Perbedaannya terletak pada perhitungan limit untuk tipe-tipe data yang berbeda.

Sumber: www.shiftindonesia.com

Karakter Lean Six Sigma dalam Sistem Operasional Perusahaan

- - Six Sigma

Menurut riset, perusahaan-perusahaan yang menggunakan Lean Six Sigma dalam menerapkan kebiasaan inovasi dan memiliki performa finansial yang superior memiliki set karakteristik yang membedakan mereka dari perusahaan yang masih bersandar kepada pola pikir tradisional dalam pengembangan bisnisnya.

Organisasi inovator yang sukses umumnya memiliki:

  1. Visi mengenai inovasi yang berbasis kepada pengetahuan faktual mengenai pasar dan pelanggan. Perusahaan harus membangun visi yang berbasis kepada pemahaman akan Continue Reading