Posts by: suwandi

Sekilas Mengenai Histogram

- - Analyze

Dalam ilmu statistik, histogram adalah sebuah representasi grafik yang menampilkan impresi visual dari distribusi data. Histogram adalah sebuah estimasi distribusi probabilitas dari variabel kontinyu dan pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli bernama Karl Pearson. Histogram terdiri dari frekuensi tabular, ditunjukan sebagai balok yang berdekatan, didirikan sepanjang interval yang berlainan, dengan luas yang sama dengan frekuensi dari observasi di dalam interval. Tinggi dari balok juga sama dengan densitas frekuensi dari intervalyaitu frekuensi yang dibagi oleh lebar dari interval. Keseluruhan luas atau area dari histogram sama dengan jumlah data yang ada. histogram juga dapat dinormalisasi dalam menampilkan frekuensi relative. Hal ini kemudian menunjukkan proporsi dari beberapa case yang jatuh pada masing-msaing kategori, dengan luas total yang sama dengan 1. Kategori-kategori ini biasanya dispesifikasi secara berurutan, tidak ada overlapping interval pada setiap variabel. Kategori (interval) harus terletak secara berdampingan, dan sering kali dipilih dalam bentuk yang memiliki ukuran yang sama.

Continue Reading

Defects Per Million Opportunities (DPMO)

- - Analyze, Define, Measure, Six Sigma

Defects Per Million Opportunities (DPMO) termasuk salah satu pengukuran dari process performance selain Cpk, PPM, Ppk, dan COPQ. DPMO adalah sebuah metodi pengukuran performansi proses yang sering digunakan dalam penerapan Six Sigma. Di dalam konteks usaha untuk melakukan improvement pada suatu proses, DPMO adalah suatu pengukuran performansi dari suatu proses yang dihitung dengan rumus berikut ini :

Maksud dari deffect ini sendiri adalah ketidaksesusaian dari kualitas suatu karakteristik terhadap spesifikasinya. Satuan DPMO dinyatakan dalam kesempatan per satu juta unit untuk lebih meyakinkan. Continue Reading

Taguchi Loss Function

- - Analyze, Improve, Lean Six Sigma

Definisi yang cukup sederhana dari Taguchi Loss Function ini adalah sebuah cara untuk menunjukkan bagaimana masing-masing bagian yang tidak sempurna bekerja. Hasil dari Taguchi Loss Function ini merepresentasikan rugi-rugi yang dialami oleh perusahaan. Sedangkan definisi teknik dari Taguchi Loss function adalah sebuah representasi parabolic yang mengestimasikan quality loss, diekspresikan secara moneter, yang dihasilkan ketika karakteristik kualitas menyimpang dari target value. Cost dari penyimpangan ini meningkat secara eksponensial sebanding dengan menjauhnya karakteristik dari target value.

Anda dapat memahami Taguchi Loss Method dengan melihat grafik berikut ini :

Continue Reading

Check Sheet

- - Control

Check sheet adalah sebuah dokumen sederhana yang digunakan untuk mengumpulkan data pada saat real-time dan pada lokasi dimana data tersebut muncul. Biasanya dokumen ini terdiri dari formulir kosong yang didesain untuk “merekam” atau menyimpan informasi yang diinginkan dengan cepat, mudah, dan efisien. Infromasi-informasi yang dikumpulkan ini dapat berupa data kualitatif maupun kuantitatif. Check sheet yang memiliki data kuantitatif kadang disebut juga dengan tally sheet. Jika pekerjaan Anda berkaitan dengan quality control, tentu Anda sudah mengetahui bahwa check sheet adalah satu dari tujuh tools dasar dari quality control.

 

Gambar di atas menggambarkan contoh dari quality control checksheet sederhana

Continue Reading

Implementasi Six Sigma

- - Six Sigma

Satu kunci dari inovasi Six Sigma mencakup profesionalitas dari quality management function. Sebelum kemunculan Six Sigma, quality management pada penerapannya terdegradasi secara besar-besaran ke arah produksi dan ahli statistic dalam quality department yang terpisah. Program Six Sigma yang resmi mengadaptasikan terminologi ranking (mirip seperti beberapa sistem bela diri) untuk menentukan hierarki (dan jalur karir) yang melibatkan semua lini bisnis.

Six Sigma mengidentifikasikan beberapa peranan untuk mencapai implementasi yang sukses.

Continue Reading

Pareto Chart

- - Control

Pareto Chart adalah salah satu jenis chart yang terdiri dari grafik balok dan juga garis. Penamaannya sendiri diambil dari nama orang yang menemukannya yaitu Vilfredo Pareto. Pada chart ini, value individu direpresentasikan oleh balok dalam urutan yang menurun dan jumlah total kumulatif direpresentasikan oleh garis.

Continue Reading

Plan Do Check Act (PDCA)

- - Analyze, Improve, Six Sigma

PDCA atau yang sering disebut juga dengan Deming Circle/Deming Cycle/Wheel, Shewhart Cycle, control circle/cycle, dan Plan Do Study Act (PDSA) adalah sebuah metode manajemen empat langkah iteratif yang digunakan pada proses bisnis untuk kontrol dan peningkatan berkelanjutan dari proses dan produk.

Keempat fase yang terdapat pada PDCA adalah :

SSCX Six Sigma Lean PDCA Kaizen

Plan : mengidentifikasi dan menganalisis masalah

Pada tahap ini Anda dapat menggunakan beberapa tools yang berguna seperti Drill Down, Cause and Effect Diagram, dan 5 Whys untuk membantu Anda menemukan akan dari permasalahan. Setelah Anda berhasil mengidentifikasi, Anda dapat memetakan proses tersebut. Selanjutnya Anda dapat menggambarkan semua informasi lain yang diperlukan untuk Continue Reading

CTQ Tree

- - Analyze, Define, Measure

Sebuah CTQ Tree (Critical To Quality tree) adalah sebuah tools yang biasa digunakan untuk menguraikan atau mendekomposisi requirement customer yang cukup luas menjadi requirement yang terkuantifikasi dan lebih mudah memprosesnya. CTQ tree sering digunakan jika Anda menerapkan metodologi Six Sigma pada organisasi Anda.

CTQ akan Anda dapatkan berdasarkan kebutuhan dari customer. Tingkat kepuasan konsumen dapat menjadi nilai tambah ketika Anda mendapatkan parameter-parameter Critical To Quality. Sebagai pertimbangan terhadap cost, Anda mungkin saja harus tetap memfokuskan pada kebutuhan customer pada tahapan inisiasi awal.

Continue Reading