Category "Lean Six Sigma"

Apa itu Lean Six Sigma?

Merunut bagaimana Lean dan Six Sigma adalah perpaduan yang sempurna bagi para aktivis perbaikan bisa dilihat pada bagan di bawah ini:

Bila dilihat dari bagan di atas, Lean Six Sigma bukanlah suatu yang baru ada, namun lean six sigma adalah cara baru dalam melakukan pekerjaan. Lean Six Sigma adalah penyempurnaan dari metode-metode perbaikan yang dulu lahir.

Sebelum membahas tentang integrasinya, ada baiknya kita ketahui perbedaan di antara keduanya dari sisi fokus, sasaran, fokus, dan metodenya. Continue Reading

Taguchi Loss Function

- - Analyze, Improve, Lean Six Sigma

Definisi yang cukup sederhana dari Taguchi Loss Function ini adalah sebuah cara untuk menunjukkan bagaimana masing-masing bagian yang tidak sempurna bekerja. Hasil dari Taguchi Loss Function ini merepresentasikan rugi-rugi yang dialami oleh perusahaan. Sedangkan definisi teknik dari Taguchi Loss function adalah sebuah representasi parabolic yang mengestimasikan quality loss, diekspresikan secara moneter, yang dihasilkan ketika karakteristik kualitas menyimpang dari target value. Cost dari penyimpangan ini meningkat secara eksponensial sebanding dengan menjauhnya karakteristik dari target value.

Anda dapat memahami Taguchi Loss Method dengan melihat grafik berikut ini :

Continue Reading

Efisien v.s Efektif

- - Lean Six Sigma

Meskipun efektif dan efisien mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kinerja organisasi, namun tidak sedikit orang memahami secara pasti perbedaan kedua kata tersebut. Dalam Lean Six Sigma memahami tujuan dari proyek perbaikan yang akan dijalankan sangat penting karena akan menentukan pendekatan dan tools yang akan dipakai.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan kedua kata tersebut. Efisien adalah bekerja dengan menggunakan sumber daya dan energi yang sesuai tanpa pemborosan, namun efisiensi tidak melihat tujuan. Organisasi bisa saja menjadi efisien namun gagal dalam mencapai apa yang dicita-citakan.  Untuk itu selain Continue Reading

News: Improvement dan Efisiensi Lewat Value Analysis

Dalam sebuah artikel di SSCX, disebutkan bahwa baru-baru ini VF mencoba melakukan penghematan biaya pada produk-produk mereka. Siapa itu VF? VF adalah perusahaan apparel beromset lebih dari USD 7.7 Milyar (setara kurang lebih 67 Triliun Rupiah per tahun) yang memiliki merek-merek seperti Lee, Nautica, Wrangler, Kipling, Jansport, Eastpak, North Face, Vans dll.

Jika menyinggung tentang penghematan biaya, sebagian besar dari kita akan kemudian berpikir bahwa akan ada penurunan pada kualitas bahan baku (denim) pada produk jeans mereka. Tidak. Penghematan biaya yang benar tidak mencoba apa yang dinilai sebagai value oleh pelanggan. Apa yang dilakukan oleh VF adalah mereka beralih ke kancing biasa pada resleting beberapa celana jeans.

Eksekutif VF percaya bahwa kancing biasa ini yang sedikit lebih besar daripada kancing yang selama ini mereka gunakan malah dapat lebih meningkatkan kenyamanan, demikian menurut Vice President Cindy Knoebel. “Kami menemukan bahwa sebenarnya perubahan pada kancing ini tidak membuat perbedaan apapun bagi konsumen.” Dengan melakukan ini, VF menghemat sekitar USD 5 sen untuk setiap jeans-nya dan tentu saja jika kita mengalikannya dengan jutaan produk jeans yang mereka jual tiap tahunnya, Anda dapat memperkirakan penghematan yang mereka lakukan.

Apa yang dilakukan oleh VF adalah Continue Reading

Mitos – Mitos dalam Six Sigma

Mitos atau mite (myth) adalah cerita yang dipercaya atau dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Seperti layaknya mitos, orang lebih senang mendiskusikan dan memperdebatkannya daripada  mencari kebenarannya. Apa saja mitos yang melingkupi Six Sigma? mari kita ulas kebenarannya.

Mitos 1 : Six Sigma adalah Kerupuk yang sama dalam Toples yang berbeda

Kegiatan manusia untuk menemukan sistem yang lebih baik sudah ada sejak jaman dulu  ketika  Sloan mengembangkan sistem Continue Reading

Belajar Lean Six Sigma’s Branding

Sama dengan program atau metode lain, Lean Six Sigma memiliki branding yang bebas untuk dikomunikasikan ke publik atau penggunanya. Banyak perusahaan yang sesungguhnya mengimplementasikan Lean Six Sigma, namun tidak secara langsung memakai nama Lean Six Sigma. Istilah Lean Six Sigma sendiri sesungguhnya merupakan branding baru dari beberapa program business improvement sebelumnya, seperti misalnya Total Quality Management (TQM).

TQM Vs. Lean Six Sigma

Ada anggapan yang mengatakan bahwa Lean Six Sigma adalah “barang lama dalam kemasan baru”. Mungkin ada benarnya, karena Lean Six Sigma jelas merupakan pengembangan dan bentuk modern dari konsep Total Quality Management (TQM).
TQM yang awalnya adalah Continue Reading

Peran Champion dalam Six Sigma

Berdasarkan sebuah survey tentang penyebab kegagalan segala aktivitas perbaikan dalam suatu organisasi yang tertinggi adalah lemahnya komitmen dari para pemimpin bisnis alias champion. Komitmen hanya sekedar lip service atau hanya bersifat sementara kemudian lenyap ketika organisasi kehilangan fokus dalam menghadapi tantangan yang lainnya. Tidak ada champion dalam upaya perubahan.

Hal yang sama bisa terjadi pada inisiatif six sigma yang organisasi anda lakukan, bisa jadi bila tidak dikelola dengan tepat maka sukses yang diharapkan tidak pernah tercapai atau bahkan inisiatif ini seperti orang hidup segan, mati tak mau.

Untuk tidak mengalami nasib seperti itu, dua pertanyaan yang harus dijawab adalah:

  1. Bagaimana inisiatif Six Sigma ini diluncurkan dengan sukses dan mencapai momentum tertinggi bagi organisasi?
  2. Apa yang harus dilakukan agar inisiatif ini lestari dan sukses dalam jangka panjang?

Setiap organisasi perlu mempersiapkan Champion untuk menjawab dua pertanyaan di atas. Seorang champion bertanggung jawab untuk Continue Reading

Kaizen dalam Six Sigma

Dalam artikel sebelumnya kita membahas tentang bagaimana meningkatkan efisiensi secara cepat dengan Kaizen Blitz. Sekarang,  kita akan membahas Kaizen lebih dalam.

Dalam berbagai forum, banyak diskusi hangat tentang lebih baik mana Kaizen dengan Six Sigma?  Menurut kami, pertanyaan tersebut sama dengan ketika anda bertanya lebih bagus mana martil sama obeng? Ngga’ nyambung, karena mereka berbeda kegunaanya.

Jika anda menginginkan buah Apel. Manakah yang anda ambil terlebih dahulu? Jika anda menjawab yang di pucuk pohon kami tidak menyalahkan namun pertanyaannya adalah kenapa anda susah-susah untuk mendapatkan buah yang ada di pucuk, padahal dengan usaha yang lebih sedikit, anda bisa mendapatkan apel yang ada di bawah. Logikanya adalah, habiskan dulu yang ada di bawah, kemudian baru naik ke atas.

Begitu juga ketika organisasi anda ingin meningkatkan kinerja, berdasarkan prinsip ekonomi bagaimana dengan usaha yang sedikit kita mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Menurut Masaaki Imai, esensi dari Kaizen adalah Continue Reading