Category "Measure"

Tools Untuk Pengumpulan Data

- - Measure, Six Sigma

Pada pembahasan sebelumnya kita membahas tentang bagaimana mengumpulkan data.  Dua tools yang sering dipakai untuk pengumpulan data adalah stratifikasi dan check sheet. Mari kita bahas lebih dalam.

STRATIFIKASI

Stratifikasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk menguraikan dan mengklasifikasikan data menjadi beberapa kelompok sejenis yang lebih kecil sehingga menjadi jelas dan dapat dianalisa lebih lanjut. Seberapa sering kita mendapatkan data yang melimpah tetapi tidak tahu harus diapakan? Continue Reading

Data Tidak Normal dalam Six Sigma

Dear Expert, dalam implementasi control chart di pabrik kami, kami sering menemukan data yang tidak normal. Apa yang sebaiknya kami lakukan?

Saat melihat data anda tidak normal, sebenarnya ada dua kemungkinannya:

Secara natural, memang proses anda datanya tidak normal.

Bagaimana anda bisa tahu? Anda bisa cek data historical populasi proses Anda dan melakukan tes normalitas (normality test). Jika tidak normal maka kemungkinan besar memang proses anda tidak normal.

Jika ini yang terjadi, anda dapat melakukan control chart yang normal dengan melakukan transformasi data misalnya dengan transformasi box-cox dan transformasi Johnson. Data yang telah Continue Reading

Cost Reduction dengan Lean Six Sigma

- - Measure, Six Sigma

Anda pasti ingat iklan komersil dengan tagline seperti judul di atas. Dalam artikel ini kami ingin bertanya hal serupa pada anda. Seberapa rendah harga produk anda bisa diturunkan saat ini?
Seiring dengan tingkat kompetisi dan arus informasi yang deras, hukum mengenai harga  telah berubah. Jika dulu persamaan untuk menentukan harga adalah biaya produksi ditambah dengan keuntungan yang kita inginkan. Contoh, jika biaya produksi dari produk kita Rp. 100 dan keuntungan yang ingin diambil sebesar 10%, maka harga produk kita adalah Rp 100 + 10% = Rp. 110.

Saat ini, penentuan harga tidak lagi di tangan produsen, namun oleh pasar. Jadi persamaan matematisnya adalah harga – biaya produksi = profit. Jadi, jika harga untuk produk kita di pasar 100, maka kita perlu menekan biaya produksi kita setidaknya Rp. 99, sehingga  keuntungan yang didapat Rp. 1. Profit yang dulu menjadi faktor bebas, sekarang menjadi faktor dependen.

Dalam praktik Lean Six Sigma, formula harga dan profit menjadi Harga – Profit = Biaya Produksi. Formula ini sangat dikenal dalam Lean Manufacturing. Kita harus mendesain proses dan produk agar dapat masuk ke dalam rentang biaya ini.

Penghematan tidak sama dengan pemotongan biaya. Organisasi yang memiliki kecenderungan Continue Reading

Six Sigma Calculator

Kalkulator Six Sigma alias Six Sigma Calculator adalah alat bantu untuk membantu Anda untuk menghitung nilai sigma pada proses Anda. Kalkulator Six Sigma ini bisa menggantikan kerepotan Anda dalam menghitung nilai sigma. Cara hitung nilai sigma dalam kalkulator six sigma ini sama dengan teori dan praktik umum

Nilai defect per million opportunity atau DPMO adalah salah satu ukuran konversi penting dalam kalkulator six sigma (Six Sigma Calculator) ini. Cara hitung nilai sigma di sini juga sudah mempertimbangkan kebutuhan akan data variabel dan atribut, perhitungan standard deviation maupun mean. Ini banyak digunakan dalam fase Measure di dalam siklus DMAIC.

Freeware for Blackberry: http://www.sscxinternational.com/ideas/six-sigma-calculator/

Silakan diinstall di blackberry Anda :) Dan gunakan kalkulator six sigma (Six Sigma Calculator) ini dalam project Anda. Kalkulator six sigma (Six Sigma Calculator) dirilis oleh SSCX International.

UPDATE 2013: LINK INI TIDAK DAPAT LAGI DIGUNAKAN KARENA PERUBAHAN KONTEN PADA WEBSITE SSCX.

Taguchi Methods

Taguchi Methods adalah sebuah metode statistik yang dikembangkan oleh Genichi Taguchi untuk meningkatkan kualitas dari hasil produksi manufaktur, engineering, biotechnology, marketing, dan edvertising.

Filosofi

  • Kualitas harus didesain di dalam produk, bukan diperiksa di dalam produk
  • Kualitas terbaik dapat dicapai dengan meminimalisir penyimpangan dari target. Produk tersebut harus didesain agar tahan terhadap faktor lingkungan yang tidak dapat dikendalikan
  • Cost dari suatu kualitas harus diukur sebagai fungsi penyimpangan dari standard dan kerugian harus diukur dari keseluruhan sistem

Taguchi Methods melibatkan reduksi variasi dari proses melalui desain robust dari eksperimen. Continue Reading

Design Of Experiment (DOE)

- - Measure

Design Of Experiment (DOE) adalah sebuah pendekatan sistematik untuk menginvestigasi suatu sistem atau proses. Secara umum, DOE merupakan desain berisi informasi-informasi yang terkumpul berdasarkan pengalaman dan menghadirkan sebuah variasi, baik informasi tersebut berada di bawah kendali pelaku eksperimen maupun tidak.

DOE memiliki peranan penting sebagai suatu jalan formal untuk memaksimalkan informasi yang didapat ketika sumber daya dibutuhkan. Lebih dari sekedar metode experimental “one change at a time”, DOE juga memudahkan kita untuk melakukan judgement pada variabel input dan output yang signifikan. Pengujian “one change at a time” selalu menghasilkan resiko yang mengharuskan pelaku eksperimen untuk menemukan satu variabel input untuk memiliki efek signifikan pada output sementara mereka terhambat karena tidak dapat mengganti variabel demi menjaga kestabilan variabel lainnya.

Continue Reading

Control Chart – Part 2 – Interpretasi Peta Kendali

Menginterpretasikan Control Chart

Beberapa dari anda mungkin telah familiar dengan control chart, berikut tipe dan penggunaannya. Sebagai Process Owner, anda harus mampu menginterpretasi control chart dengan tepat, karena chart akan menunjukkan tindakan apa yang perlu atau tidak perlu dilakukan.

Variasi akan selalu ada dalam proses. Tugas anda adalah memisahkan variasi-variasi tersebut kedalam dua kategori, yaitu Cause dan Special Cause. Lalu gunakan garis tengah (mean), batasan kontrol, dan plot data untuk membentuk interpretasi anda.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para Process Owner adalah memerintahkan timnya untuk membuat banyak control chart. Ketika tembok mereka telah dipenuhi oleh banyak chart yang bagus, tidak ada orang yang bertanggung jawab untuk menginterpretasi dan mengambil tindakan berdasarkan chart tersebut. Bertindak berdasarkan satu chart akan jauh lebih baik daripada tembok yang dipenuhi banyak chart yang tidak fungsional.

Bagaimana Menginterpretasi Sebuah Control Chart? Continue Reading

Memahami Prinsip Pareto

- - Measure

Untuk waktu yang lama, Hukum Pareto telah mengacaukan prospek ekonomi seperti sebuah penghalang yang senantiasa berpindah dalam sebuah lanskap: sebuah hukum empiris yang tidak seorangpun dapat menjelaskannya – Josef Steindl

Pada tahun 1897 seorang ekonom berkebangsaan Italia, Vilfredo Pareto, sedang melakukan penelitian tentang pola kekayaan dan pendapatan pada abad 19 di Inggris. Ia menemukan bahwa sebagian besar pendapatan dan kekayaan hanya dinikmati oleh kelompok minoritas dalam sampel penelitiannya. Ia juga menemukan dua fakta penting lainnya yaitu: Pertama, ada hubungan matematis yang konsisten antara proporsi orang dengan jumlah kekayaannya. Contohnya:  jika 20% populasi menikmati 80% kekayaan, maka dapat diprediksi bahwa 10% penduduk menikmati 65% kekayaan, dan 5% akan mendapatkan 50% kekayaan. Hal ini yang disebut oleh Pareto sebagai predictability unbalanced atau ketidakseimbangan distribusi kekayaan yang dapat diprediksi

Penemuan Pareto lainnya adalah pola ketidakseimbangan ini berulang secara konsisten dengan pola yang sama, kontinyu, dan memiliki ketepatan matematis pada negara lain dal dalam kurun waktu yang lama.

Prinsip Pareto dipakai secara luas pada tahun 1950-1990, dipelopori oleh Guru kualitas kelahiran Rumania Joseph Moses Juran. Ide hebatnya adalah menggunakan prinsip Pareto bersama dengan metode statistik lain untuk menghilangkan cacat kualitas dan meningkatkan keandalan. Dalam bukunya Quality Control Handbook yang terbit pada tahun 1951 menjelaskan bahwa Prinsip Pareto tentang ketidakseimbangan yang berlaku pada distribusi kekayaan, berlaku pula pada distribusi hilangnya kualitas. Tidak banyak yang percaya pada teori Juran di AS waktu itu, sampai dia diundang oleh konsorsium industri  Jepang untuk memaparkan teorinya dan menetap di sana untuk mengubah nilai dan kualitas produk mereka, itulah awal dari revolusi kualitas secara global.

Alasan kenapa kita perlu memahami prinsip Pareto karena prinsip ini bertentangan dengan intuisi kita, kita cenderung berharap bahwa semua penyebab sama pentingnya, semua konsumen adalah sederajat! Kita pernah melihat usaha pemerintah untuk meratakan pendapatan, namun ketidaksetaraan yang dihilangkan di satu tempat akan muncul di tempat lainnya. Perlu kita pahami hal ini adalah suatu bentuk kewajaran.

Jadi, dengan memahami dan memanfaatkan prinsip Pareto dalam kehidupan kita, maka kita akan  berusaha menjadi yang terbaik dalam sedikit hal, daripada menjadi baik dalam banyak hal dan kita akan berusaha untuk bekerja lebih sedikit untuk mencapai beberapa tujuan yang paling berharga daripada mengejar setiap peluang yang ada.