Category "Six Sigma"

Lean Training di dalam Six Sigma

Banyak rekan yang memiliki persepsi bahwa Lean dan Six Sigma adalah dua hal berbeda yang tidak bisa disatukan, oleh karena itu Lean Training dan Six Sigma Training adalah dua hal yang terpisah pula. Lean Training yang merupakan bentuk upaya peningkatan upaya terkait dengan Lean Thinking adalah sekumpulan pelatihan yang mengkombinasikan class-room atau pelatihan di dalam kelas dengan praktik langsung menyelesaikan sebuah case, atau constraint/hambatan, atau bottleneck ataupun masalah.

Six Sigma training yang mengacu pada format DMAIC sering dinilai tidak klop dengan Lean Training. Menurut kami ini persepsi yang keliru atau tidak tepat. Lean Manufacturing atau Lean Service, Lean Banking, Lean Healthcare memang secara sejarah dan prinsip berbeda dengan model konvensional Six Sigma. Dalam model “konvensional”, Six Sigma adalah sebuah metodologi yang relatif lebih “kaku” dengan sekumpulan “tools” dan dengan project yang dieksekusi oleh Green Belt dan Black Belt lewat pelatihan six sigma yang intensif.

Lean Training

Lean Training di satu sisi adalah pelatihan yang lebih Continue Reading

Data Tidak Normal dalam Six Sigma

Dear Expert, dalam implementasi control chart di pabrik kami, kami sering menemukan data yang tidak normal. Apa yang sebaiknya kami lakukan?

Saat melihat data anda tidak normal, sebenarnya ada dua kemungkinannya:

Secara natural, memang proses anda datanya tidak normal.

Bagaimana anda bisa tahu? Anda bisa cek data historical populasi proses Anda dan melakukan tes normalitas (normality test). Jika tidak normal maka kemungkinan besar memang proses anda tidak normal.

Jika ini yang terjadi, anda dapat melakukan control chart yang normal dengan melakukan transformasi data misalnya dengan transformasi box-cox dan transformasi Johnson. Data yang telah Continue Reading

Kenapa Organisasi Membutuhkan Black Belt?

- - Belt, Six Sigma

Dunia Persepakbolaaan Indonesia kembali menarik perhatian sebagian masyarakat awam, meskipun tidak memenangkan kejuaraan piala AFF, menurut beberapa pengamat sepakbola apa yang ditampilkan oleh timnas saat ini lebih hidup.

Efektifitas serangan Indonesia atas lawan-lawannya tidak lepas dari peran seorang gelandang serang yang juga seorang kapten Firman Utina. Firman Utina  mampu membagi  serangan timnas dari berbagai sisi secara kreatif dan simultan. Pertanyaannya adalah, apa yang terjadi jika Indonesia tanpa Firman?

Jawabannya mungkin Indonesia masih bisa menang, namun apakah bisa setrengginas saat ini? apakah paduan serangan dan kedisiplinan pertahanan bisa sesolid saat ini? pada Firman jaminan pengatur serangan timnas dibebankan

Tidak berbeda pada tingkat organisasi, keberadaan seorang Black Belt adalah jaminan meningkatnya kinerja perusahaan. Black Belt diperlukan, apabila organisasi menginginkan “kemenangan” yang lebih signifikan, ukuran keberhasilan seorang Black Belt  bisa diukur dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke titik impas investasi, tingkat penyelesaian proyek, total dan rata-rata nilai finansial menyelesaikan proyek Six Sigma, dan rata-rata waktu penyelesaian proyek. Unsur-unsur inilah yang dipakai untuk mengukur seberapa besar tingkat efektifitas seorang mobilisator dalam program Six Sigma (dalam hal ini Black Belt)

Berikut ini adalah beberapa keuntungan organisasi memiliki seorang Black Belt:

  • Black Belt memiliki kontribusi yang nyata terhadap keuntungan perusahaan. Proyek perbaikan yang dikerjakan seorang Black Belt dapat terhubung langsung dengan strategi  bisnis perusahan.
  • Black Belt memiliki perspektif yang luas. Dia mampu melihat apa yang benar-benar diinginkan oleh pelanggan dan mampu menerjemahkannya dalam critical to Quality. Seorang Black Belt mampu bekerja lintas fungsi dan mendobrak silo-silo perusahaan untuk  menghasilkan kepuasan pelanggan.
  • Selain keahlian teknis dalam menganalisa data dan metodologi six sigma, Black Belt juga mempunyai soft skill dalam memobilisasi atau memotivasi orang-orang yang tepat, pada waktu yang tepat dan cara yang benar.  Dia mampu memobilisasi diri sendiri, anggota tim, dan stakeholder untuk menuju tujuan yang diharapkan bersama.

Kebutuhan seorang Black Belt dalam Organisasi tergantung pada niat organisasi tersebut terhadap program perbaikan yang dimiliki saat ini.  Ibarat sebuah klub yang rela merogoh kantong lebih dalam demi mendapatkan pemain bintang, Black Belt dapat diharapkan menjadi motor penggerak perubahan dalam organisasi. Bedanya Black Belt dan pemain bintang dalam klub sepakbola adalah target! Anda berhak menuntut berapa gol (benefit) yang harus dijaringkan dalam setiap Black Belt “berlaga” mengerjakan proyek perbaikan.

sumber gambar: www.mi-yamaryu.com/

Cost Reduction dengan Lean Six Sigma

- - Measure, Six Sigma

Anda pasti ingat iklan komersil dengan tagline seperti judul di atas. Dalam artikel ini kami ingin bertanya hal serupa pada anda. Seberapa rendah harga produk anda bisa diturunkan saat ini?
Seiring dengan tingkat kompetisi dan arus informasi yang deras, hukum mengenai harga  telah berubah. Jika dulu persamaan untuk menentukan harga adalah biaya produksi ditambah dengan keuntungan yang kita inginkan. Contoh, jika biaya produksi dari produk kita Rp. 100 dan keuntungan yang ingin diambil sebesar 10%, maka harga produk kita adalah Rp 100 + 10% = Rp. 110.

Saat ini, penentuan harga tidak lagi di tangan produsen, namun oleh pasar. Jadi persamaan matematisnya adalah harga – biaya produksi = profit. Jadi, jika harga untuk produk kita di pasar 100, maka kita perlu menekan biaya produksi kita setidaknya Rp. 99, sehingga  keuntungan yang didapat Rp. 1. Profit yang dulu menjadi faktor bebas, sekarang menjadi faktor dependen.

Dalam praktik Lean Six Sigma, formula harga dan profit menjadi Harga – Profit = Biaya Produksi. Formula ini sangat dikenal dalam Lean Manufacturing. Kita harus mendesain proses dan produk agar dapat masuk ke dalam rentang biaya ini.

Penghematan tidak sama dengan pemotongan biaya. Organisasi yang memiliki kecenderungan Continue Reading

Six Sigma di Perbankan (Six Sigma in Banking/Transactional)

- - News, Six Sigma

Carol adalah wanita sibuk, waktu sangat berharga baginya. Sial bagi Carol ATMnya tertelan, jadi mau tidak mau dia harus mengurusnya di kantor cabang pembantu bank tersebut. Sampai di bank, Carol tidak menduga bahwa antriannya begitu panjang, dia juga melihat bahwa pihak bank sudah membuka semua counter pelayanannya, para frontliner juga “sepertinya” sibuk melayani pelanggan. Namun kenapa dia merasa bahwa proses pelayanan masing-masing nasabah lama?

 

 

 

Apa yang dialami Carol adalah satu dari sekian banyak masalah yang umum terjadi di Bank, dan biasanya pihak bank melakukan pendekatan “firefighting” seperti menambah jumlah frontliner, atau bahkan memberikan kursi tambahan.

Solusi-solusi di atas tidak akan menyelesaikan masalah sampai ke akarnya, seperti fenomena gunung es – puncak es yang terlihat hanya sebagian kecil dari seluruh ketidak beresan sistem.  Jadi, untuk bisa menyelesaikan masalah ini harus dilihat secara menyeluruh.

Six Sigma diadopsi oleh banyak organisasi termasuk institusi keuangan. Sebut saja Bank of America, ABN AMRO, Citibank, JP Morgan dan masih banyak lagi. Meskipun akar dari six sigma Continue Reading

Bagaimana Memilih Konsultan yang Tepat?

Ketika Six Sigma adalah sesuatu yang baru dalam organisasi anda, mungkin anda akan meminta bantuan konsultan untuk membuat cetak biru roadmap, memberikan pelatihan pada karyawan, pemilihan proyek, dan saran untuk pembangunan infrastruktur yang cocok bagi organisasi

Sikap hati-hati dan teliti sangat diperlukan ketika memilih konsultan yang tepat untuk menjadi mitra organisasi anda. Program  Lean Six Sigma adalah tentang momentum dan penerimaan dari seluruh karyawan yang akan menentukan sukses tidaknya program ini bertahan lama. Momentum yang tidak tepat atau penerimaan yang rendah dari karyawan karena disebabkan gagalnya proses sosialisasi  dan komunikasi akan sulit menjaga program ini dari hanya sekedar “pasar malam” – gemerlap, wah, dan rame namun hanya berumur tak lebih dari seminggu.

Berikut adalah beberapa kriteria yang  harus dipenuhi konsultan six sigma:

  • Reputasi dan referensi, mintalah referensi dan tanyakan tentang program six sigma yang berjalan pada beberapa perusahaan yang pernah ditangani. Jika memungkinkan tanyakan tentang kualitas konsultan dan beberapa contoh proyek serta hasilnya
  • Credential, Pastikan konsultan anda memiliki credential seperti keanggotaan pada asosiasi yang bereputasi global, sertifikasi profesional, dan sedikit banyak memahami proses yang ada di organisasi anda. Pastikan konsultan memiliki kemampuan “mendengarkan” dan observasi . Hal ini perlu dilakukan karena konsultan akan mengumpulkan informasi yang akurat untuk menentukan pendekatan yang tepat
  • Pengetahuan dasar tentang Lean Six Sigma, ini adalah bagian terpenting dalam memilih konsultan untuk Lean Six Sigma. Pastikan konsultan six sigma memiliki pengetahuan yang mumpuni tentangg metodologi six sigma beserta alat-alat teknik yang mendukungnya. Khususnya, cari informasi bagaimana mereka menerapkan alat-alat teknik ini dalam menjalankan six sigma di organisasi lainnya. Tes pengetahuan mereka tentang six sigma tingkat lanjut seperti Design of Experiment, Theory of Constraint, Quality Function Deployment, Benchmarking, Value Engineering,Mistake Proofing, Control Plans, Multivariate Analysis, dan lainnya.  Selain itu tanyakan berapa banyak Black Belt yang memiliki pengalaman langsung memimpin beberapa proyek Six Sigma. Jika anda meminta bantuan dalam pelatihan juga, tanyakan berapa lama jam terbang selama setahun dan rata-rata skor penilaian. Six Sigma adalah tentang perubahan budaya organisasi, cari tahu latar belakang konsultan dalam menghadapi resistensi dan mengelola perubahan. Jangan gunakan jasa konsultan yang sangat ahli statistik namun minim pengalaman sebagai praktisi Six Sigma
  • Paket, untuk sepenuhnya mengevaluasi kemampuan seorang konsultan, anda  memerlukan penilaian mengenai pelaksanaan strateginya. Hal ini harus mencakup metodologi dan perencanaan waktu (time line) program secara rinci, khususnya
    implementasi struktur dan template yang harus harus diikuti.
  • Fleksibilitas, pastikan bahwa konsultan anda memiliki fleksibilitas dalam hal merubah rencana kerja tanpa harus kehilangan momentum. Konsultan harus mampu mencapai milestone dan pekerjaannya tanpa harus mengganggu pekerjaan normal para karyawan
  • Harga, tentukan seberapa banyak hari yang dibutuhkan konsultan untuk datang dan menyelesaikan tugas-tugasnya, berapa total biaya dan berapa ROI-nya? Perlu diingat bahwa konsultan akan menciptakan pondasi berdirinya budaya perbaikan di organisasi, jadi jangan kompromi terhadap kualitas, carilah yang terbaik.

Memilih konsultan seperti layaknya memilih istri, pastikan semua kriteria yang anda inginkan tercapai sebelum anda meminangnya.

sumber gambar: cpatigayon.wordpress.com/

Lean Six Sigma – Integrasi Lean dan Six Sigma

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah mana yang duluan, Lean ataukah Six Sigma? Kita tidak perlu memilih salah satu karena keduanya sebenarnya dapat dijalankan bersamaan. Tentu saja jika menjalankannya secara terpisah hanya akan membuat konsentrasi dan sumber daya terpecah yang akhirnya malah membuat implementasi dari Lean maupun Six Sigma tidak memberi hasil sesuai harapan. Integrasi berbeda dengan menjalankan 2 hal sekaligus. Integrasi adalah menjalankan Lean dan Six Sigma dalam satu framework yang disebut Lean Six Sigma.

Integrasi antara Lean dan Six Sigma akan memberi banyak manfaat, diantaranya: Continue Reading