Category "Uncategorized"

Getting to Know Lean Six Sigma

- - Uncategorized
By: SSCX – Six Sigma Indonesia Center of Excellence

It is clearly not an easy task for all of us to explain what the true definition of Six Sigma is in a plain language. Imagine you’re in an elevator, a guy approach you and ask you:

“What is that Six Sigma training modules you’re holding?”

you have only 30 seconds to explain Six Sigma, and we believe you will not have the time to explain DMAIC or 3.4 DPOM. So, let’s use simple metaphor to help ourselves.

So, what is Six Sigma?
Continue Reading

Project Chartering

- - Uncategorized

One of the early step in running a Six Sigma project is Project Chartering. Project Charter itself is a document explaining a purpose or objective and background of a project. Also included in the Charter are improvement team involved in the project and project plan (scheduling).

Part of this Project Charter is completed by a “top-level” team who assign the project to a specific improvement team (usually led by a Green Belt or Black Belt). After the assignment, the improvement team will fully complete the charter and propose to the top-level team for approval. A Project Charter is a living-document, it can change during DMAIC improvement phases.

Can Lean Six Sigma Implemented in My Company?

- - Uncategorized

Lean Six Sigma Pill

“OK, I have understood the Lean Six Sigma basic overview, but how can that excellent theory approach implemented in my company? “

That would probably the first question that come up when someone have interest on the Lean Six Sigma. Yes, they don’t have any idea how and which part that Lean Six Sigma can reduce their cost, minimize the waste, give improvement on the processes, or give the bottom-line result that the management will love it.

“As most people know, the Lean Six Sigma is implemented in manufacturing industry. How if my company excluded from that? E.g. services, hospital, or even IT department?”

Don’t worry! Continue Reading

Bagaimana Memilih Konsultan yang Tepat?

Ketika Six Sigma adalah sesuatu yang baru dalam organisasi anda, mungkin anda akan meminta bantuan konsultan untuk membuat cetak biru roadmap, memberikan pelatihan pada karyawan, pemilihan proyek, dan saran untuk pembangunan infrastruktur yang cocok bagi organisasi

Sikap hati-hati dan teliti sangat diperlukan ketika memilih konsultan yang tepat untuk menjadi mitra organisasi anda. Program  Lean Six Sigma adalah tentang momentum dan penerimaan dari seluruh karyawan yang akan menentukan sukses tidaknya program ini bertahan lama. Momentum yang tidak tepat atau penerimaan yang rendah dari karyawan karena disebabkan gagalnya proses sosialisasi  dan komunikasi akan sulit menjaga program ini dari hanya sekedar “pasar malam” – gemerlap, wah, dan rame namun hanya berumur tak lebih dari seminggu.

Berikut adalah beberapa kriteria yang  harus dipenuhi konsultan six sigma:

  • Reputasi dan referensi, mintalah referensi dan tanyakan tentang program six sigma yang berjalan pada beberapa perusahaan yang pernah ditangani. Jika memungkinkan tanyakan tentang kualitas konsultan dan beberapa contoh proyek serta hasilnya
  • Credential, Pastikan konsultan anda memiliki credential seperti keanggotaan pada asosiasi yang bereputasi global, sertifikasi profesional, dan sedikit banyak memahami proses yang ada di organisasi anda. Pastikan konsultan memiliki kemampuan “mendengarkan” dan observasi . Hal ini perlu dilakukan karena konsultan akan mengumpulkan informasi yang akurat untuk menentukan pendekatan yang tepat
  • Pengetahuan dasar tentang Lean Six Sigma, ini adalah bagian terpenting dalam memilih konsultan untuk Lean Six Sigma. Pastikan konsultan six sigma memiliki pengetahuan yang mumpuni tentangg metodologi six sigma beserta alat-alat teknik yang mendukungnya. Khususnya, cari informasi bagaimana mereka menerapkan alat-alat teknik ini dalam menjalankan six sigma di organisasi lainnya. Tes pengetahuan mereka tentang six sigma tingkat lanjut seperti Design of Experiment, Theory of Constraint, Quality Function Deployment, Benchmarking, Value Engineering,Mistake Proofing, Control Plans, Multivariate Analysis, dan lainnya.  Selain itu tanyakan berapa banyak Black Belt yang memiliki pengalaman langsung memimpin beberapa proyek Six Sigma. Jika anda meminta bantuan dalam pelatihan juga, tanyakan berapa lama jam terbang selama setahun dan rata-rata skor penilaian. Six Sigma adalah tentang perubahan budaya organisasi, cari tahu latar belakang konsultan dalam menghadapi resistensi dan mengelola perubahan. Jangan gunakan jasa konsultan yang sangat ahli statistik namun minim pengalaman sebagai praktisi Six Sigma
  • Paket, untuk sepenuhnya mengevaluasi kemampuan seorang konsultan, anda  memerlukan penilaian mengenai pelaksanaan strateginya. Hal ini harus mencakup metodologi dan perencanaan waktu (time line) program secara rinci, khususnya
    implementasi struktur dan template yang harus harus diikuti.
  • Fleksibilitas, pastikan bahwa konsultan anda memiliki fleksibilitas dalam hal merubah rencana kerja tanpa harus kehilangan momentum. Konsultan harus mampu mencapai milestone dan pekerjaannya tanpa harus mengganggu pekerjaan normal para karyawan
  • Harga, tentukan seberapa banyak hari yang dibutuhkan konsultan untuk datang dan menyelesaikan tugas-tugasnya, berapa total biaya dan berapa ROI-nya? Perlu diingat bahwa konsultan akan menciptakan pondasi berdirinya budaya perbaikan di organisasi, jadi jangan kompromi terhadap kualitas, carilah yang terbaik.

Memilih konsultan seperti layaknya memilih istri, pastikan semua kriteria yang anda inginkan tercapai sebelum anda meminangnya.

sumber gambar: cpatigayon.wordpress.com/

Is My Organization Ready to Implement Lean Six Sigma?

- - Uncategorized
By: SSCX – Six Sigma Indonesia Center of Excellence

Once you have decided to implement a quality program (e.g. Lean Six Sigma) within your business or organization, you will devote a lot of time and resources. Undertaking a program is a major organizational commitment that the success depends on many factors, such as the company’s culture, and top management involvement. Not all organizations are ready for such commitment. Here we share to you the key guidance to identify some of the successful deployment criteria, and form your own conclusions about your organizations readiness.

1. Analyze The Organization and Its Need For Quality Improvement
Before you go through further steps, you should understand your organization’s operations, how it functions in its environment, what its strengths and weaknesses are, and how it will be affected by proposed quality improvement changes in order to craft an effective implementation plan. If this first step is not sound, no amount of implementation know-how will help your organization achieve its goals.

Quality improvement change will not occur unless the forces driving it are stronger than those resisting it. By lifting these forces, you as a manager have a way to determine your organizations’ readiness for change.

Few tactics to be considered in the process as follow:
Continue Reading

Menjual Aktivitas Improvement pada Karyawan

Kita semua pasti sudah pernah membaca berita tentang bagaimana perusahaan-perusahaan dunia jatuh bangun dan tutup karena ketidak mampuan untuk bertahan hidup. Saat ini, dengan persaingan industri yang semakin ketat dan arus informasi yang deras, pelanggan mempunyai banyak preferensi untuk memilih produk yang diinginkannya

Maka, dengan alasan di atas organisasi berlomba-lomba meningkatkan daya saingnya dengan menerapkan sistem manajemen perbaikan. Namun, sebagus apapu sistem perbaikan yang akan diterapkan tidak akan berhasil bila belum meyakinkan para karyawan akan pentingnya perubahan tersebut.

Sebagai penggiat perubahan untuk perbaikan di organisasi, anda pasti akan menemukan hambatan yang umum dihadapi, yaitu membuat orang lain untuk “membeli” program yang digagas. Pertanyaan yang sama akan selalu terulang : Apa untungnya buat saya?

Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, berikut adalah tips untuk anda:

Jangan gunakan bahasa aliens. Seperti pada artikel sebelumnya, jika organisasi anda bukan manufaktur atau PMA dari Jepang, penggunaan istilah bahasa Jepang  atau yang berhubungan dengan statistik akan membuat karyawan anda ilfeel. Carilah padanan kata yang sesuai dengan bidang organisasi anda. Kreatiflah dalam mengkomunikasikan jargon-jargon yang ada.

Berbicara dengan data dan fakta. Menggunakan data dan fakta akan mempermudah anda dalam “menjual”. Argumentasi anda akan lebih valid dan tidak terbantahkan. Untuk itu, manajemen data sangat penting untuk dilakukan ketika organisasi anda memulai inisiatif perbaikan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen data adalah dari mana data tersebut diperoleh, hal ini meliputi sumber data, orang yang mengumpulkan data, dan teknik pengumpulan datanya.  Yang kedua adalah Continue Reading

Measurement System Analysis

Measurement systems are like eyeglasses, when the lenses are incorrect, the vision is blurred. A measurement system allows us to “see” the process. When a measurement system is poor, we lose the ability to make good decisions about how to improve the process.

The IMPORTANCE of Measurement System Analysis?
– Many resources can be wasted trying to improve a process when a major source of variability is the measurement system.
– The measurement system MUST be qualified before beginning process improvement work.
– The measurement system is only one source of variability when measuring a product or process.
– The purpose of a measurement system is to better understand the sources of variation that can influence the results produced by the process under investigation.
– In the Measure Phase, the team must be able to demonstrate that the data is accurate and reliable.

One good tool to analyze the capability of our measurement system is Measurement System Analysis (MSA) also known as Gage R and R. R and R stands for Reproducibility and Repeatability.