Melakukan Efisiensi dalam Six Sigma

- - Lean Six Sigma

Jika ditanyakan kepada banyak organisasi, apa tujuan melakukan inisiatif perbaikan? Jawabannya adalah:

  • Membuat proses lebih cepat
  • Membuat biaya lebih murah
  • Membuat kualitas produk lebih baik
  • Membuat pekerjaan lebih mudah
  • Membuat delivery order lebih tepat waktu

Bagaimana membuat proses efisien dan efektif dalam merespon keinginan pelanggan, sehingga pelanggan tetap setia pada kita, dan dengan itu sustainability dari perusahaan terjamin. Seperti kita ketahui bersama, Lean Six Sigma adalah metodologi perbaikan yang sudah terbukti dapat diaplikasikan untuk memenuhi tujuan- tujuan di atas

Perbaikan dalam Lean Six Sigma dapat dilewati melalui dua pintu: yang pertama adalah pintu proses dan yang kedua adalah pintu data. Kali ini kita akan membahas pintu proses. Pintu proses dilakukan untuk mengobservasi seberapa efisien proses kita dalam men-deliver value kepada pelanggan

Fase Define kita diminta untuk membuat SIPOC diagram. Tabel SIPOC memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Identifikasi  siapa pelanggan kita dan apa saja kebutuhan dasar yang diinginkannya
  2. Proses apa yang dilewati untuk mendapatkan value tersebut. SIPOC ini juga bertujuan untuk menentukan ruang lingkup kerja, batasan-batasan proses dari dan sampai mana yang akan kita tingkatkan
  3. Indentifikasi input yang dibutuhkan untuk mengalirkan proses berikut juga penyedianya

Fase Measure. Pada fase ini, kita diminta untuk mendetailkan proses yang sudah diindentifikasi di SIPOC tadi. Dari SIPOC dibuat process flow (atau aliran proses) dari process flow di-detailkan lagi di Value stream mapping sampai menjadi sub-process dan aktivitas

Value Stram Mapping (VSM) berguna untuk memisahkan aktivitas mana yang bernilai tambah dengan aktivitas yang tidak bernilai tambah bagi pelanggan. Di antara aktivitas yang tidak bernilai tambah tadi ada beberapa yag tidak dapat dihindarkan karena masalah teknologi, dan ada yang tidak bisa dihilangkan secara langsung. Untuk identifikasi mana yang bisa dilakukan secara langsung dan tidak, kita memakai kriteria Quick Win. Eliminasi aktivitas yang tidak menciptakan nilai tambah akan secara signifikan meningkatkan efisiensi dalam proses anda.

Fase Analyze. Untuk aktivitas atau proses yang tidak bisa dihilangkan secara langsung dengan quick win, kita identifikasi dan validasi sebab-sebabnya. Time study dan analisa kebutuhan FTE, atau lainnya dilakukan di fase ini.

Fase Improve. Di fase ini usulan solusi dicari untuk mengatasi sumber penyebab permasalahan yang menghambat efisiensi sebagaimana tervalidasi di fase analayze

Fase Control. Mengendalikan proses dan input utama agar perbaikan proses yang sudah diimpelentasi dapat terus berjalan

Nampak mudah bukan melakukan efisiensi proses dalam koridor pintu proses? Yang terpenting dalam proses perbaikan adalah komitmen dan kemauan untuk melakukan walk-through dalam menggambar VSM dan identifikasi waste untuk dihilangkan

Opt In Image
FREE E-book!
Cerita Pendek dan Case Problem Solving

Jika Anda bosan dengan penjelasan problem solving yang penuh teori, Anda dapat mencicipi ebook sederhana yang penuh cerita seru. FREE. Buku ini memberikan penjelasan problem solving yang ringan tetapi tepat sasaran. Lengkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *