Kita semua pasti sudah pernah membaca berita tentang bagaimana perusahaanMeningkatkan Efisiensi Perusahaan Secara Cepat. Read more ... »-perusahaan dunia jatuh bangun dan tutup karena ketidak mampuan untuk bertahan hidup. Saat ini, dengan persaingan industri yang semakin ketat dan arus informasi yang deras, pelangganMemprioritaskan Kebutuhan Pelanggan dengan Kano Model. Read more ... » mempunyai banyak preferensi untuk memilih produk yang diinginkannya
Maka, dengan alasan di atas organisasiKenapa Organisasi Membutuhkan Black Belt?. Read more ... » berlomba-lomba meningkatkan daya saingnya dengan menerapkan sistem manajemen perbaikan. Namun, sebagus apapu sistem perbaikan yang akan diterapkan tidak akan berhasil bila belum meyakinkan para karyawanSix Sigma Bukan Sekedar Cost Reduction. Read more ... » akan pentingnya perubahanMenghindari Redupnya Aktivitas Perbaikan Lean Six Sigma . Read more ... » tersebut.
Sebagai penggiat perubahan untuk perbaikan di organisasi, anda pasti akan menemukan hambatan yang umum dihadapi, yaitu membuat orang lain untuk “membeli” program yang digagas. Pertanyaan yang sama akan selalu terulang : Apa untungnya buat saya?
Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, berikut adalah tips untuk anda:
Jangan gunakan bahasa aliens. Seperti pada artikel sebelumnya, jika organisasi anda bukan manufaktur atau PMA dari Jepang, penggunaan istilah bahasa Jepang atau yang berhubungan dengan statistikTaguchi Methods. Read more ... » akan membuat karyawan anda ilfeel. Carilah padanan kata yang sesuai dengan bidang organisasi anda. Kreatiflah dalam mengkomunikasikan jargon-jargon yang ada.
Berbicara dengan dataData Tidak Normal dalam Six Sigma. Read more ... » dan fakta. Menggunakan data dan fakta akan mempermudah anda dalam “menjual”. Argumentasi anda akan lebih valid dan tidak terbantahkan. Untuk itu, manajemen data sangat penting untuk dilakukan ketika organisasi anda memulai inisiatifMenghubungkan Aktivitas Perbaikan dengan Dampak Finansial. Read more ... » perbaikan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen data adalah dari mana data tersebut diperoleh, hal ini meliputi sumber data, orang yang mengumpulkan data, dan teknik pengumpulan datanya. Yang kedua adalah bagaimana data dipresentasikan, yaitu bagaimana anda mengolah data dengan benar dan dengan cara apa anda mendeskripsikan data.
Yang perlu diingat adalah jangan sekali-kali anda memanipulasi data untuk tujuan tertentu. Menyajikan data yang tidak merepresentasikan keadaan yang sebenarnya akan menjatuhkan kredibilitas anda sebagai penyaji data, dan ini berujung pada semakin tidak percayanya karyawan terhadap program perbaikan ini.
Menjawab apa untungnya buat mereka. Karyawan akan mendukung program yang membuat pekerjaannya lebih mudah. Penting diketahui bahwa aktivitas perbaikan itu dijalankan untuk menghilangkan masalah, bukan memindahkan masalah. Jika yang anda lakukan hanya memindahkan masalah, maka karyawan akan menolak dan bersikap sinis.
Sebaliknya jika program yang organisasi anda terapkan dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan masalah, maka hal itu akan membangun kepercayaan bahwa program anda bekerja dan dapat diterima secara luas
Kesimpulannya adalah jika anda menggunakan bahasa yang tepat untuk membangun suatu sistem perbaikan dan memahami apa yang menjadi permasalahan utama karyawan anda dan memperbaikinya, dengan berdasar pada data yang akurat dan tepat, maka menjual program perbaikan ke karyawan adalah hal yang mudah dilakukan




By PEnerapan Six Sigma di Bidang Healthcare | Shift Indonesia February 17, 2012 - 10:19 pm
[...] kehati-hatiannya; telah disadari bahwa organisasi perlu mencari cara untuk melakukan leverage pada data (dikumpulkan melalui Six Sigma) untuk mempengaruhi perilaku atau behavior pada manusia. Sukses [...]
By CTQ Tree | Shift Indonesia February 28, 2012 - 6:36 pm
[...] seorang pengusaha bernama Joko meluncurkan sebuah toko yang menjual perlengkapan anak kecil. Setelah berbicara dengan calon pembeli yang ada, ia mengidentifikasi satu [...]