Control Chart – Part 1

Apa itu Control Chart?

Contol chart akan memberitahu anda, apa yang dapat diharapkan dari sebuah proses. Tool ini juga akan membantu anda mengetahui jika ada hal-hal yang menyimpang dalam proses, sehingga anda bisa langsung mengambil tindakan dan mengembalikan proses pada jalur yang benar. Misalnya, jika anda memiliki variasi dalam proses, apakah variasi tersebut terjadi secara alami dan terprediksi, atau apakah ada sesuatu yang salah, yang membutuhkan investigasi lanjutan?

Tool control chart akan membantu Process Owner keluar dari kebiasaan buruk, yaitu hanya mengambil tindakan berdasarkan data-data terbaru saja. Jika anda hanya melihat data-data terbaru, info yang anda dapatkan tidak akan cukup lengkap untuk menghasilkan keputusan yang baik.

Tool ini juga akan memberitahu anda, kapan untuk melakukan investigasi lanjutan atas sebuah penyimpangan, dan kapan anda bisa membiarkannya saja. Singkatnya, control chart akan membantu anda untuk lebih produktif dan menghindari waktu dan energi terbuang untuk hal-hal yang tidak perlu.

Bentuk dan Tipe Control Chart

Pada control chat dalam bentuk umum, kita akan melakukan perencanaan kinerja proses dalam bentuk grafik. Chart akan memiliki tiga garis: UCL (Upper Control Limit), Mean (nilai rata-rata), dan LCL (Lower Control Limit). Jika data anda masih berada didalam batas 3 garis ini, maka dapat diasumsikan tidak ada masalah yang berarti dalam proses anda pada saat ini.

Dalam keluarga control chart, terdapat banyak tipe dan rupa yang dapat anda temukan. Beberapa diantaranya adalah:

  • Individual Control Charts
  • I & MR Control Charts
  • X-Bar & S Charts
  • X-Bar & R Charts
  • P-Charts
  • U-Charts

Untungnya, semua control charts tersebut memiliki format 3 garis yang sama: garis tengah, UCL dan LCL. Tujuan dari pembuatan semua control chart tersebut adalah membuat plotting data sehingga anda bisa langsung melihat kasus-Special Cause yang terjadi dalam proses, jika ada. Tujuannya adalah, tentu saja, untuk mengambil keputusan mengenai tindakan-tidakan yang perlu dilakukan.

Semua jenis chart tersebut sama-sama menyajikan data mengenai kinerja proses dari waktu ke waktu. Perbedaannya terletak pada perhitungan limit untuk tipe-tipe data yang berbeda.

Sumber: www.shiftindonesia.com

18 Rahasia Sukses CI di Freudenberg-NOK

Dalam sebuah artikel di Majalah Shift, “Freudenberg-NOK Tips: 18 Kunci Menuju Operational Excellence di Perusahaan Anda”, dijelaskan 18 rahasia sukses continuous improvement di perusahaannya. Michael Heidingsfelder, wakil presiden operasional di perusahaan asal Amerika Serikat yang merupakan hasil joint venture antara Freudenberg Co. dari Jerman dan NOK dari Jepang memaparkan 18 faktor tersebut, yang  tidak harus diikuti secara berurutan, karena mereka “…berkembang dari waktu-ke waktu,…” kata Heidingsfelder.

Kedelapan belas kunci tersebut adalah:

1) Top down. Manajemen harus terlibat dalam Continue Reading

Pelatihan Six Sigma yang Efektif

Setiap organisasi mempunyai tujuan bisnis agar tetap bertahan dan meningkatkan kompetisi utamanya. Six Sigma adalah sebuah inisiatif/ program yang menyeleraskan antara tujuan bisnis dengan aktivitas perbaikan. Artinya dengan six sigma bagaimana tujuan bisnis tersebut bisa dicapai dapat dijelaskan melalui berbagai inisiatif proyek perbaikan yang dijalankan.

Salah satu kunci kesuksesan program Six Sigma adalah tingkat kesuksesan proyek perbaikan. Sukses tidaknya proyek perbaikan sangat tergantung pada kemampuan pemimpin proyek (green belt maupun black belt) dalam memimpin dan mengeksekusi proyek perbaikan. Jadi, kemampuan atau kompetensi seorang pemimpin proyek mutlak dimiliki.

Program pelatihan adalah salah satu pendekatan utama untuk bisa meningkatkan kompetensi para Green/Black Belt. Mengingat betapa kritikal kompetensi ini, maka perlu dilakukan analisa menyeluruh agar dapat  merumuskan program pelatihan yang efektif.

Proses analisa ini terdiri dari 3 fase yaitu:

  • Sebelum pelatihan dilakukan (pre-training)
  • Pada saat pelatihan diberikan (during training)
  • Setelah pelatihan diberikan (after training)

Persiapan  Sebelum Pelatihan

TNA atau Training Need Analysis perlu dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh. Continue Reading

Pelatihan Lean di Jakarta

Pelatihan Lean adalah pelatihan yang membahas mengenai bagaimana mengimplementasikan Lean Manufacturing di organsiasi kita.  Pelatihan Lean biasanya menjelaskan mulai dari prinsip dan konsep dari Lean Manufacturing, Lean Service, hingga pada penggunaan tools atau alat. Di Indonesia,  pelatihan lean diadakan mulai dari durasi 2 jam (lebih tepat disebut briefing) hingga beberapa hari.

Pelatihan Lean Overview

Pelatihan Lean Overview umumnya berdurasi 2 jam hingga 2 hari mencakup pemahaman akan prinsip dan konsep Lean seperti tergambar pada ilustrasi di atas. Dalam pelatihan ini peserta akan diajak memahami tujuan dari Lean hingga bagaimana cara mencapainya. Tujuan dari Lean Manufacturing ini sendiri adalah highest quality, lowest cost, shortest lead time.Tools atau alat akan dibahas mengenai objektifnya sehingga peserta bisa memahami hubungan antara Continue Reading

Meningkatkan Efisiensi Perusahaan Secara Cepat

Pada dua artikel sebelumnya kita membahas tentang definisi dan cara untuk melakukan efisiensi.  Efisiensi dilakukan sebagai salah satu bentuk perbaikan yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya.

Bagaimana di sebuah perrusahaan bisa melakukan efisiensi secara cepat?

Dalam salah satu inisiatif perbaikan dikenal istilah KAIZEN yang artinya perbaikan yang berkelanjutan. Esensi dasar dari KAIZEN adalah: sederhana dan langsung dikerjakan. KAIZEN adalah salah satu bagian kunci implementasi Lean Six Sigma. Jadi KAIZEN didefinisikan sebagai tindakan perbaikan yang dilakukan secara bertahap dan terus menerus, dimana sifat perbaikan tersebut sederhana dan bisa diselesaikan dalam waktu yang singkatLangkah-langkah yang harus dilakukan oleh perusahaan ketika akan melakukan KAIZEN adalah:

Continue Reading

Majalah Shift #01

Anda kini dapat membaca majalah Shift, majalah yang membahas operational excellence, lean, six sigma, tpm, cost reduction.
Dengan bahasan-bahasan yang menarik, majalah ini sangat cocok untuk Anda yang menggeluti bidang continuous improvement.
Tertarik untuk berlangganan? Khusus untuk perusahaan, Anda dapat mendapatkannya secara gratis untuk edisi di 2011, cukup dengan mengisi form ini: http://bit.ly/sendme1
Saran dan komentar sangat ditunggu.

Apa itu Six Sigma? (What is Six Sigma)

Sesuai dengan nama blog ini, topik-topik yang akan dibahas adalah seputar six sigma: baik itu implementasinya dan tools yang ada di dalamnya. Namun kita belum membahas tentang apa itu six sigma sebenarnya?

Baiklah, artikel kita kali ini akan membahas six sigma dari segi definisi. Dari ratusan buku tentang six sigma, ada banyak definisi yang dipaparkan – namun jika kita tarik garis kesimpulan ada tiga hal yang mendasar dari definisi six sigma. Kita bahas satu persatu

Six Sigma sebagai alat ukur

Alat apa yang kita pakai jika kita ingin tahu lebih berat siapa antara anda dengan saya?…betul timbangan. Jika ingin tahu lebih tinggi?….maka meteran lah jawabannya.

Hal yang sama juga berlaku demikian, jika kita ingin membandingkan dua atau lebih proses yang berbeda dan ingin mengetahui mana yang lebih bagus kinerjanya? Maka six sigma-lah alat ukurnya. Continue Reading