Taguchi Loss Function

- - Analyze, Improve, Lean Six Sigma

Definisi yang cukup sederhana dari Taguchi Loss Function ini adalah sebuah cara untuk menunjukkan bagaimana masing-masing bagian yang tidak sempurna bekerja. Hasil dari Taguchi Loss Function ini merepresentasikan rugi-rugi yang dialami oleh perusahaan. Sedangkan definisi teknik dari Taguchi Loss function adalah sebuah representasi parabolic yang mengestimasikan quality loss, diekspresikan secara moneter, yang dihasilkan ketika karakteristik kualitas menyimpang dari target value. Cost dari penyimpangan ini meningkat secara eksponensial sebanding dengan menjauhnya karakteristik dari target value.

Anda dapat memahami Taguchi Loss Method dengan melihat grafik berikut ini :

Continue Reading

CTQ Tree

- - Analyze, Define, Measure

Sebuah CTQ Tree (Critical To Quality tree) adalah sebuah tools yang biasa digunakan untuk menguraikan atau mendekomposisi requirement customer yang cukup luas menjadi requirement yang terkuantifikasi dan lebih mudah memprosesnya. CTQ tree sering digunakan jika Anda menerapkan metodologi Six Sigma pada organisasi Anda.

CTQ akan Anda dapatkan berdasarkan kebutuhan dari customer. Tingkat kepuasan konsumen dapat menjadi nilai tambah ketika Anda mendapatkan parameter-parameter Critical To Quality. Sebagai pertimbangan terhadap cost, Anda mungkin saja harus tetap memfokuskan pada kebutuhan customer pada tahapan inisiasi awal.

Continue Reading

Pelatihan Six Sigma yang Efektif

- - Six Sigma

Setiap organisasi mempunyai tujuan bisnis agar tetap bertahan dan meningkatkan kompetisi utamanya. Six Sigma adalah sebuah inisiatif/ program yang menyeleraskan antara tujuan bisnis dengan aktivitas perbaikan. Artinya dengan six sigma bagaimana tujuan bisnis tersebut bisa dicapai dapat dijelaskan melalui berbagai inisiatif proyek perbaikan yang dijalankan.

Salah satu kunci kesuksesan program Six Sigma adalah tingkat kesuksesan proyek perbaikan. Sukses tidaknya proyek perbaikan sangat tergantung pada kemampuan pemimpin proyek (green belt maupun black belt) dalam memimpin dan mengeksekusi proyek perbaikan. Jadi, kemampuan atau kompetensi seorang pemimpin proyek mutlak dimiliki.

Program pelatihan adalah salah satu pendekatan utama untuk bisa meningkatkan kompetensi para Green/Black Belt. Mengingat betapa kritikal kompetensi ini, maka perlu dilakukan analisa menyeluruh agar dapat  merumuskan program pelatihan yang efektif.

Proses analisa ini terdiri dari 3 fase yaitu:

  • Sebelum pelatihan dilakukan (pre-training)
  • Pada saat pelatihan diberikan (during training)
  • Setelah pelatihan diberikan (after training)

Persiapan  Sebelum Pelatihan

TNA atau Training Need Analysis perlu dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh. Continue Reading

Starwood Hotels dan Six Sigma

- - News

“Adalah tujuan kami untuk setiap tamu dalam jaringan hotel kami baik itu Westin, Sheraton, W, Four Points by Sheraton, Starwood Vacation Ownership and St. Regis/Luxury Collection akan mendapatkan pengalaman yang sempurna dalam setiap kunjungannya. Dan Six Sigma membantu kami untuk mencapai tujuan tersebut.”

“Six Sigma adalah salah satu inisiatif strategi yang penting dalam formasi perusahaan kami”

Barry S. Sternlicht, Chairman and CEO Starwood Hotels & Resorts

Dalam sebuah survey pelanggan, diketahui bahwa 34% tamu yang menginap merasa kesepian karena jauh dari rumah. Alih-alih merekrut seorang konsultan atau etnographers, Starwood menerapkan sebuah sistem perbaikan yang dipelopori oleh Motorola, Six Sigma.

Keputusan yang awalnya menimbulkan skeptis, karena karyawan merasa Six Sigma tidak sesuai dengan budaya perhotelan. Saat ini, Six Sigma yang diluncurkan tahun 2001, telah menjadi motor penggerak inisiatif perbaikan dan inovasi dalam setiap proses operasi di hampir seribu properti yang dimiliki di seluruh dunia.

Keberhasilan Six Sigma di Starwood dilandasi komitmen manajemen dan didukung knowledge management yang kuat. Dikembangkan pada tahun 2003, e-tools, sebuah database berbasis web, mengorganisir Continue Reading

Efisiensi dan Process Improvement

- - Improve

Makhluk hidup apa yang paling sukses dalam beradaptasi terhadap perubahan?

Yang mampu beradaptasi dengan seleksi alam?

Diperkirakan makhluk ini sudah ada sejak 3,5 Milyar tahun yang lalu, dan akan tetap ada meskipun (mungkin) nanti matahari meledak dan menghilang?

Jawabannya adalah :Bakteri.

Bakteri hidup dan berkembang biak dengan menggunakan satu-satunya sel yang dia miliki, tidak seperti makhluk hidup yang lain, dengan sel tersebut bakteri mampu bertahan hidup di mana saja tanpa matahari/ penerangan sekalipun.

Karena kemampuannya tersebut, bisa dikatakan bahwa bakteri adalah makhluk hidup yang sangat efisien.

Efisiensi adalah salah satu cara untuk bisa bertahan hidup. Dalam prinsip organisasi, efisiensi diperlukan untuk bisa memenangkan persaingan. Efisiensi adalah Continue Reading

Belajar Lean Six Sigma’s Branding

Sama dengan program atau metode lain, Lean Six Sigma memiliki branding yang bebas untuk dikomunikasikan ke publik atau penggunanya. Banyak perusahaan yang sesungguhnya mengimplementasikan Lean Six Sigma, namun tidak secara langsung memakai nama Lean Six Sigma. Istilah Lean Six Sigma sendiri sesungguhnya merupakan branding baru dari beberapa program business improvement sebelumnya, seperti misalnya Total Quality Management (TQM).

TQM Vs. Lean Six Sigma

Ada anggapan yang mengatakan bahwa Lean Six Sigma adalah “barang lama dalam kemasan baru”. Mungkin ada benarnya, karena Lean Six Sigma jelas merupakan pengembangan dan bentuk modern dari konsep Total Quality Management (TQM).
TQM yang awalnya adalah Continue Reading

Quality Function Deployment (QFD)

- - Control, Improve, Six Sigma

Quality Function Deployment (QFD) pertama kali dikembangkan di Negara Jepang pada tahun 1996 oleh Dr. Yoji Akao. Definisi dari QFD sendiri menurut Dr. Yoji Akao adalah suatu metode untuk mentransformasikan permintaan dari user menjadi sebuah design quality untuk menyebarkan function forming quality dan menyebarkan metode-metode untuk mencapai design quality ke dalam sistem, bagian komponen, dan elemen-elemen spesifik dalam proses manufaktur. Continue Reading

Control Chart – Part 2 – Interpretasi Peta Kendali

Menginterpretasikan Control Chart

Beberapa dari anda mungkin telah familiar dengan control chart, berikut tipe dan penggunaannya. Sebagai Process Owner, anda harus mampu menginterpretasi control chart dengan tepat, karena chart akan menunjukkan tindakan apa yang perlu atau tidak perlu dilakukan.

Variasi akan selalu ada dalam proses. Tugas anda adalah memisahkan variasi-variasi tersebut kedalam dua kategori, yaitu Cause dan Special Cause. Lalu gunakan garis tengah (mean), batasan kontrol, dan plot data untuk membentuk interpretasi anda.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para Process Owner adalah memerintahkan timnya untuk membuat banyak control chart. Ketika tembok mereka telah dipenuhi oleh banyak chart yang bagus, tidak ada orang yang bertanggung jawab untuk menginterpretasi dan mengambil tindakan berdasarkan chart tersebut. Bertindak berdasarkan satu chart akan jauh lebih baik daripada tembok yang dipenuhi banyak chart yang tidak fungsional.

Bagaimana Menginterpretasi Sebuah Control Chart? Continue Reading