Apple’s Operational Excellence

- - News

Dunia cukup mengenal Apple sebagai perusahaan yang sukses dari desain produk mereka yang brilliant. Hanya sedikit pihak yang menyadari bahwa Apple juga memiliki substantial competitive advantage lainnya yaitu sebuah operational excellence yang dapat disetarakan dengan operasional dari Wal-Mart, Toyota, dan Southwest. Apple mengatur operasional mereka dengan sangat baik dalam bidang manufaktur, pembelanjaan, dan logistik.

Apple merancang sistem mereka untuk dapat menghadirkan produk terbaik bernilai jual tinggi dengan biaya pembuatan yang rendah. Kedua hal inilah yang membuat brand mereka semakin terkenal dan mampu menyaingi kompetitor lainnya. Kami akan mencoba merangkum sistem operasional yang diterapkan oleh perusahaan Apple tersebut.

Continue Reading

Pemilihan Tim yang Efektif

team-six-sigma-indonesia
Salah satu hal yang menentukan keberhasilan six sigma selain ketersediaan data yang valid dan penguasaan tool serta metodologi six sigma yang benar adalah bagaimana membentuk tim yang efektif. Ketika sebuah tim ditunjuk untuk mengerjakan suatu proyek six sigma, pertanyaan yang selalu diberikan adalah apakah mereka cukup efektif untuk memberikan hasil yang diberikan?

Dalam proyek Six Sigma yang anda pimpin, mungkin anda diberikan sumber daya  manusia terbaik di bidangnya, namun apabila anda gagal menyatukan pengetahuan, energi, semangat, dan mengelola karakter mereka masing-masing, maka usaha anda bisa berujung pada kesia-siaan, bahkan kegagalan proyek

Pengalaman membuktikan bahwa membentuk tim yang sinergi – Green Belt, Black Belt, Champion, Sponsor, dan Anggota tim – sehingga mampu bekerja secara efektif bisa lebih penting dibandingkan penguasaan  tentang alat dan metodologi six sigma.

Jika pemilihan anggota tim adalah sesuatu yang kritikal, bagaimana menentukan anggota tim?

Sampai dengan saat ini, dalam memilih anggota tim mungkin kita memilih berdasarkan intuisi atau pengamatan kita sehari-hari akan kinerja seorang individu, atau bisa juga anggota tim biasanya “dibentuk” oleh manajemen. Adakalanya juga anggota tim sifatnya suka rela, siapa saja asal mau kerja.

Ada beberapa cara untuk menentukan anggota tim, namun pendekatan yang paling tepat datang dari seorang profesor yang menghabiskan sembilan tahun penelitiannya atas manajemen tim, Dr. Meredith Belbin dari University of Cambridge.

Kesimpulan dari penelitian Dr. Belbin, dengan melihat komposisi peran yang ada dalam sebuah tim, beliau dapat memprediksi apakah tim tersebut akan sukses atau gagal. Dasar penemuannya adalah setiap individu berdasarkan sifat-sifat pribadinya, pasti mempunyai satu atau lebih “peran yang disukai” . Untuk bisa membentuk tim yang efektif, seorang pemimpin proyek harus mampu menyeimbangkan peran dari anggotanya sehingga kontribusi setiap individu akan maksimal.

Berikut adalah sembilan peran individu dalam tim menurut Dr. Belbin:

  • PL – Plant: Kreatif, Imajinatif, Tidak Umum, Menyelesaikan masalah-masalah yang sulit. Kelemahan yang diijinkan: Pelupa
  • RI – Resource Investigator: Extrovert, antusias, komunikatif, mencari peluang, mengembangkan kontak. Kelemahan yang diijinkan: terlalu optimis
  • CO – Coordinator: Dewasa, percaya diri, pimpinan yang baik. Menentukan sasaran, mendorong pengambilan keputusan, dapat mendelegasikan tugas dengan baik. Kelemahan yang diijinkan: Manipulatif
  • SH – Shaper: Menantang, dinamis, tumbuh dalam tekanan. Memiliki tekad dan keberanian dalam menyelesaikan hambatan-hambatan. Kelemahan yang diijinkan: Menyakiti perasaan, provokasi
  • ME – Monitor Evaluator: kontrol atas diri sendiri, strategis, dan mampu membuat keputusan. Melihat semua kemungkinan. Menilai secara akurat. Kelemahan yang diijinkan: tidak menginspirasi
  • TW – Team Worker: Ko-operatif, sederhana, cepat mengerti, diplomatis. Mendengar, membangun, menghindari friksi, menenangkan riak-riak dalam tim. Kelemahan yang diijinkan: mudah terpengaruh
  • IMP – Implementer: Disiplin, dapat diandalkan, konservatif, dan efisien. Mengubah ide menjadi tindakan . Kelemahan yang diijinkan: tidak fleksibel
  • CF – Completer Finisher: Teliti, penuh perhatian, tidak sabar. (Mampu) Mencari kesalahan dan kekurangan (pekerjaan). Tepat waktu. Kelemahan yang diijinkan: terlalu khawatir
  • SP – Specialist: Berpikiran tunggal, mampu memotivasi sendiri, berdedikasi. Memberikan pengetahuan dan keahlian yang jarang diketahui . Kelemahan yang diijinkan: terlalu spesialis

Plant, Monitor Evaluator, dan adalah peran yang berorientasi ke pemikiran, sementara Shaper, implementer dan Complete finisher adalah peran yang orientasinya di tindakan, sedangkan team worker, resource investigator, dan coordinator lebih berorientasi ke manusia. Memahami peran masing-masing tim akan membantu tim untuk mengevaluasi diri. Bagaimana dia berkontribusi positif terhadap efektifitas kerja tim, serta memahami dan mengisi kelemahan anggota tim yang lain.

Apabila anda sebagai pemimpin proyek memiliki hak untuk memilih anggota tim, selain kompetensi dan kemampuan analisa, anda perlu melihat distribusi orientasi peran anggota tim. Namun jika anggota tim “given”, maka tugas anda adalah menutup kelemahan terbesar dari tim ini, atau melibatkan SME (Subject Matter Expert).

SSCX – Green Belt – Oktober 2012

Pelatihan Six Sigma Green Belt kembali akan diselenggarakan oleh SSCX International pada bulan Oktober 2012. Pendaftaran sudah dapat dilakukan, untuk memastikan Anda mendapatkan biaya terrendah selama masa early bird. Hubungi SSCX di www.SSCXinternational.com atau training@sscxinternational.comLink informasi pelatihan di sini.

Apa itu Green Belt dan Black Belt?  Baca lebih lengkap di sini.

 

 

Pelatihan Six Sigma Green Belt

Pelatihan Six Sigma Green Belt kembali akan diselenggarakan oleh SSCX International pada bulan Oktober 2013. Pendaftaran sudah dapat dilakukan, untuk memastikan Anda mendapatkan biaya terrendah selama masa early bird. Hubungi SSCX di www.sscxinternational.com atau training@sscxinternational.com. Link informasi pelatihan di sini.

Apa itu Green Belt dan Black Belt?  Baca lebih lengkap di sini.

 

Delapan Kualitas Utama Seorang Green Belt

- - Belt, Six Sigma

Seorang green belt adalah karyawan dari sebuah organisasi yang sudah dibekali dengan metodologi memperbaikan Six Sigma dan yang nantinya akan mempunyai tanggung jawab untuk memimpin sebuah proyek perbaikan. Berbeda dengan Black Belt, seorang Green Belt tidak mendedikasikan seluruh waktunya untuk mengerjakan proyek perbaikan, dan lingkup area proyeknya biasanya masih dalam area kerjanya.

Namun dari segi kualifikasi dan kompetensi seorang Green Belt tidak kalah dengan seorang Black Belt. Bersama Black Belt, Green belt adalah agen perubahan dalam organisasi tempat dia bernaung Berikut adalah delapan kualitas utama seorang green belt.

  • Pemimpin dan Pemain Tim yang hebat. Seorang GB harus memiliki kemampuan untuk memimpin, bekerja dengan tim, menjadi bagian dari tim dan memahami dinamika tim (team stages). Agar dapat memimpin tim secara efektif, seorang GB harus memiliki interpersonal skill yang bagus. Kemampuan persuasif, mudah bergaul dan  memotivasi orang lain adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang GB.
  • Passion (semangat). Seorang GB harus mampu memotivasi diri sendiri, memiliki inisiatif dan kepribadian yang dapat dipercaya dan berintegritas tinggi. Semangat yang tinggi akan membantu GB untuk terus maju dan produktif. Passion juga memberi ketabahan untuk tetap bertahan dalam masa-masa sulit dalam perjalanan proyek.
  • Mempunyai pengetahuan tentang proses.  Seorang GB adalah orang yang paham tentang proses yang ada di wilayahnya. Dia memahami definisi “cacat” yang dihasilkan oleh proses.
  • Manajemen Proyek. Seorang GB harus memiliki kemampuan dalam mengelola sebuah proyek dari menerjemahkan kebutuhan bisnis, ruang lingkup kerja, pemanfaatan sumber daya, waktu, dan variasi perspektif.
  • Kemampuan Teknis. Seorang GB tidak harus berlatar belakang teknik atau ahli statistik, namun seorang GB dituntut untuk memiliki kemampuan mengumpulkan dan menganalisa data untuk menentukan strategi perbaikan. Seorang GB memang tidak perlu tahu semua tool statistik, namun GB harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan analisa data, memvalidasi sistem pengukuran dan meminta bantuan BB.
  • Advokat bagi pelanggan. Seorang GB  memahami peran penting dari pelanggan (baik internal ataupun eksternal). GB paham bahwa pelanggan adalah hakim tertinggi penentu dari kualitas produk dan jasa yang dibuat. Memahami dengan tepat kemauan pelanggan dan mampu mengkomunikasikan dalam bahasa proses adalah kualifikasi yang wajib dipunyai seorang GB.
  • Berorientasi pada hasil. GB tahu apa yang dikerjakannya selalu didasarkan pada hasil yang nyata untuk perusahaannya.
  • Dapat dipercaya dan berintegritas. Selalu berbicara dengan data dan fakta.

sumber gambar: http://farm3.static.flickr.com/2524/3800306068_a668c45b19.jpg

Delapan kualitas utama di atas memiliki bobot yang sama pentingnya, dan wajib dipunya oleh seorang Green Belt yang efektif.

Lean Six Sigma Green Belt – Accelerated 6-Day Training

Date: 20-22 Mar 2012 (Week 1) and 23-25 Apr 2012 (Week 2)

Program ini mempersiapkan Anda untuk mengeksekusi proyek Lean Six Sigma dengan kompleksitas sederhana hingga menengah ataupun mendukung Black Belt dalam proyek-proyek mereka, dengan menggunakan metodologi Lean Six Sigma untuk mendorong perbaikan kunci dalam proses serta memastikan keunggulan operasional.

Tujuan utama Program Green Belt ini adalah untuk memberikan Body of Knowledge Green Belts kepada peserta, termasuk tujuan, tools, dan deliverables untuk setiap tahap DMAIC. Program ini juga akan mengajarkan kepada peserta bagaimana mengelola sebuah proyek Lean Six Sigma.

Pelatihan Six Sigma Green Belt SSCX International telah diikuti perusahaan-perusahaan seperti CIMB Niaga, ANZ Panin, Voith Paper, April, Vale INCO, BRI Syariah, Freeport Indonesia, Astra Honda Motor, dan masih banyak lagi.

Program ini akan dipandu oleh beberapa instruktur paling berpengalaman dalam Lean Six Sigma yang akan berbagi pengalaman implementasi Lean Six Sigma. Informasi lebih lanjut hubungi tim kami di +62 21 5763020.
Pelatihan ini juga dapat diselenggarakan di perusahaan Anda (in-house).