Posts Tagged: "charter"

Apakah Anda Menggunakan Bahasa yang Sama?

- - Define, Six Sigma

Seorang manajer produksi di suatu perusahaan tekstil mengumpulkan anak buahnya untuk sebuah rapat harian. Tepat sehari setelah sang manajer ini menyelesaikan program pelatihan six sigmanya.

“Tono saya hitung sigma level kamu rendah sekali, process capability-nya pun kurang dari satu! Pantas throughput kamu tidak pernah mencapai target!”

“Sugeng kamu bilang bahwa telah terjadi peningkatan output di proses  yang kamu pegang. Saya sudah melakukan hypothesis testing. Ternyata kamu pembohong!”

“kita akan lakukan six sigma project untuk semua permasalahan yang terjadi. Kalian berdua buat charternya, dan saya minta juga sekalian buat dashboardnya”

Sekian – rapat bubar!”

Pak Manajer keluar ruangan meninggalkan Tono dan Sugeng yang  tidak memahami sedikit pun apa yang keluar dari mulut pak manajer tersebut. Tono dan Sugeng meyakini bahwa hari ini pak Manajer telah kesurupan dan mereka berdua tetap bekerja seperti biasa.

Contoh di atas memang terlihat hiperbolik, namun kasus seperti ini umum terjadi.

Jika saat ini anda adalah orang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab program inisiatif perbaikan, isu terbesar yang anda hadapi adalah bagaimana menjaga Continue Reading

Metodologi Six Sigma: DEFINE

- - Define, Six Sigma

Dalam beberapa artikel ke depan kita akan membahas tentang metodologi six sigma yang dikenal dengan DMAIC.  Untuk yang pertama ini, mari berkenalan dengan fase DEFINE

Langkah Utama Fase Define

Identifikasi Masalah – Pendekatan yang paling tepat untuk menemukan permasalahan yang akan dijadikan proyek six sigma adalah top-down. Jadi, Steering Committee dan Champion mengidentifikasi dan memprioritaskan area untuk proyek perbaikannya

Melengkapi Charter– Project Sponsor atau biasanya pemilik proses dan Green/Black Belt akan memperjelas ruang lingkup dan tujuan proyek dalam sebuah Continue Reading

Project Scope

- - Define, Six Sigma

Hal yang terpenting sebelum menjalankan proyek six sigma adalah adanya kesepakatan tertulis antara pemimpin proyek (green belt atau black belt), project champion, Sponsor, Finance & Accounting, dan anggota proyek yang disebut project charter.

Project charter menceritakan tentang latar belakang permasalahan, berapa besar estimasi biaya dijalankannya proyek ini, sampai dengan keuntungan yang didapatkan jika proyek ini berhasil dijalankan, dan yang utama adalah mendefinisikan di area mana lingkup kerja proyek ini.

ketika kita berbicara tentang mendefinisikan ruang lingkup, kita berbicara tentang mengembangkan pemahaman bersama seperti apa yang termasuk dalam, atau dikecualikan dari, sebuah proyek. Setelah mendefinisikan ruang lingkup, maka biaya dan waktu pelaksanaan proyek bisa dihitung. Jika ruang lingkup salah, waktu dan biaya juga akan salah.

Kesalahan dalam menentukan batasan lingkup suatu proyek atau tidak adanya kontrol yang efektif dalam merevisi suatu charter akan mengakibatkan hal berikut:

  • Ruang lingkup terlalu luas:  Jika anda merasa bahwa komitmen dari sumber daya anda begitu kuat, dan organisasi anda sangat berkeinginan untuk melakukan perubahan  yang radikal, dan anda percaya pada kekuatan tunggal anda, sehingga anda melibatkan beberapa proses dan bagian dalam ruang lingkup kerja proyek anda. Waspadalah ini yang disebut dengan overscope. Gejala – gejala dari overscope ini adalah:
  1. Membutuhkan lebih dari tujuh anggota tim
  2. Membutuhkan berlembar-lembar kertas untuk menggambar process map
  3. Problem statement tidak jelas mengacu  pada satu isu
  4. Terdapat beberapa target (Ys)
  5. Tidak jelas titik mulai dan akhinya
  6. Melibatkan beberapa champions
  7. Membutuhkan lebih dari setahun untuk menyelesaikan project ini
  • Ruang lingkup terlalu sempit:  atau yang disebut underscope
    Gejala – gejala dari underscope ini adalah:
  1. Tidak berhubungan dengan strategi perusahaan
  2. Memberikan dampak yang tidak significant terhadap customer
  3. Project saving < Project implementation
  4. Solusi sudah jelas dan dapat segera diimplementasikan

Cara yang paling efektif dalam menentukan batasan ruang lingkup (scope) proyek adalah dengan membuat SIPOC diagram.  SIPOC diagram mempermudah kita dalam mengidentifikasi pelanggan dan kebutuhannya, setelah itu kita dapat mengetahui proses apa saja yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan tersebut dan mengetahui input apa saja yang dibutuhkan untuk proses tersebut dan mengetahui siapa penyedia input tersebut. Dari SIPOC diagram tersebut kita dapat menandai awal dan akhir proses yang berada dalam lingkup kerja kita

Project Charter

- - Define, Six Sigma

Ketika permasalahan sudah ditemukan untuk diperbaiki, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah membuat project charter. Ada berbagai macam isitilah pada project charter diantaranya: team charter, project order, atau project sheet, namun memiliki definisi sebagai berikut:

Lembar perjanjian antara project team dengan shareholder yang menceritakan menceritakan tentang alasan kenapa proyek ini dijalankan, fokus, dan tujuannya. Charter juga menjelaskan tentang sumber daya yang dibutuhkan tim agar project berhasil.

Dari definisi di atas, tujuan utama project charter Continue Reading