Posts Tagged: "Six Sigma"

Pelatihan Six Sigma

Pelatihan Six Sigma umumnya berlangsung 1 sampai dengan 20 hari. Ya, jumlah yang kadang terasa sangat banyak. Variasi jumlah hari dalam pelatihan six sigma ini sangat tergantung dari judul pelatihan. Pada umumnya, terdapat pelatihan introduction atau awareness, kemudian sponsor dan champion, green belt dan black belt.

Ada memang perusahaan yang kemudian membuat nama baru untuk pelatihan six sigma mereka misalnya dengan nama yellow belt atau white belt, tetapi biasanya pelatihan ini identik dengan awareness atau introduction, hanya saja modulnya  akan lebih banyak dari 1-Day atau 2-Day Lean Six Sigma Awareness training.

Pelatihan Six Sigma Green Belt

Pelatihan ini adalah pelatihan six sigma yang paling populer karena setelah pelatihan ini umumnya mereka yang telah selesai mengikuti pelatihan ini memiliki kemampuan untuk menyelesaikan sebuah proyek DMAIC Continue Reading

Delapan Kualitas Utama Seorang Green Belt

- - Belt, Six Sigma

Seorang green belt adalah karyawan dari sebuah organisasi yang sudah dibekali dengan metodologi memperbaikan Six Sigma dan yang nantinya akan mempunyai tanggung jawab untuk memimpin sebuah proyek perbaikan. Berbeda dengan Black Belt, seorang Green Belt tidak mendedikasikan seluruh waktunya untuk mengerjakan proyek perbaikan, dan lingkup area proyeknya biasanya masih dalam area kerjanya.

Namun dari segi kualifikasi dan kompetensi seorang Green Belt tidak kalah dengan seorang Black Belt. Bersama Black Belt, Green belt adalah agen perubahan dalam organisasi tempat dia bernaung Berikut adalah delapan kualitas utama seorang green belt.

  • Pemimpin dan Pemain Tim yang hebat. Seorang GB harus memiliki kemampuan untuk memimpin, bekerja dengan tim, menjadi bagian dari tim dan memahami dinamika tim (team stages). Agar dapat memimpin tim secara efektif, seorang GB harus memiliki interpersonal skill yang bagus. Kemampuan persuasif, mudah bergaul dan  memotivasi orang lain adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang GB.
  • Passion (semangat). Seorang GB harus mampu memotivasi diri sendiri, memiliki inisiatif dan kepribadian yang dapat dipercaya dan berintegritas tinggi. Semangat yang tinggi akan membantu GB untuk terus maju dan produktif. Passion juga memberi ketabahan untuk tetap bertahan dalam masa-masa sulit dalam perjalanan proyek.
  • Mempunyai pengetahuan tentang proses.  Seorang GB adalah orang yang paham tentang proses yang ada di wilayahnya. Dia memahami definisi “cacat” yang dihasilkan oleh proses.
  • Manajemen Proyek. Seorang GB harus memiliki kemampuan dalam mengelola sebuah proyek dari menerjemahkan kebutuhan bisnis, ruang lingkup kerja, pemanfaatan sumber daya, waktu, dan variasi perspektif.
  • Kemampuan Teknis. Seorang GB tidak harus berlatar belakang teknik atau ahli statistik, namun seorang GB dituntut untuk memiliki kemampuan mengumpulkan dan menganalisa data untuk menentukan strategi perbaikan. Seorang GB memang tidak perlu tahu semua tool statistik, namun GB harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan analisa data, memvalidasi sistem pengukuran dan meminta bantuan BB.
  • Advokat bagi pelanggan. Seorang GB  memahami peran penting dari pelanggan (baik internal ataupun eksternal). GB paham bahwa pelanggan adalah hakim tertinggi penentu dari kualitas produk dan jasa yang dibuat. Memahami dengan tepat kemauan pelanggan dan mampu mengkomunikasikan dalam bahasa proses adalah kualifikasi yang wajib dipunyai seorang GB.
  • Berorientasi pada hasil. GB tahu apa yang dikerjakannya selalu didasarkan pada hasil yang nyata untuk perusahaannya.
  • Dapat dipercaya dan berintegritas. Selalu berbicara dengan data dan fakta.

sumber gambar: http://farm3.static.flickr.com/2524/3800306068_a668c45b19.jpg

Delapan kualitas utama di atas memiliki bobot yang sama pentingnya, dan wajib dipunya oleh seorang Green Belt yang efektif.

Lean Six Sigma – Combining Six Sigma Quality with Lean Production Speed

Waktu dan kualitas adalah dua metrik terpenting dalam meningkatkan kinerja dan keuntungan setiap perusahaan, Lean Six Sigma menjelaskan bagaimana meningkatkan kinerja perusahaan Anda dengan menggabungkan dua inisiatif paling penting – Lean dan Six Sigma – ke dalam satu program yang terintegrasi. Buku yang ditulis Michael George ini adalah buku yang pertama kalinya memberikan roadmap untuk mendapatkan manfaat dari Lean dan Six Sigma.

Lean Six Sigma Book Reference

Buku ini menunjukkan bagaimana untuk:

  1. Mengurangi biaya dan waktu proses secara signifikan
  2. Menurunkan waktu siklus order-to-delivery
  3. Eliminasi variasi proses dan waste di organisasi

Secara terpisah, Lean dan Six Sigma telah mengubah wajah bisnis baik manufaktur maupun jasa. Dengan menggunakannya secara terintegrasi, keduanya menjadi strategi yang mampu meningkatkan kualitas produk dan proses, efisiensi produksi, dan profitabilitas. Buku ini menunjukkan bagaimana Continue Reading

Karakter Lean Six Sigma dalam Sistem Operasional Perusahaan

- - Six Sigma

Menurut riset, perusahaan-perusahaan yang menggunakan Lean Six Sigma dalam menerapkan kebiasaan inovasi dan memiliki performa finansial yang superior memiliki set karakteristik yang membedakan mereka dari perusahaan yang masih bersandar kepada pola pikir tradisional dalam pengembangan bisnisnya.

Organisasi inovator yang sukses umumnya memiliki:

  1. Visi mengenai inovasi yang berbasis kepada pengetahuan faktual mengenai pasar dan pelanggan. Perusahaan harus membangun visi yang berbasis kepada pemahaman akan Continue Reading

Starwood Hotels dan Six Sigma

- - News

“Adalah tujuan kami untuk setiap tamu dalam jaringan hotel kami baik itu Westin, Sheraton, W, Four Points by Sheraton, Starwood Vacation Ownership and St. Regis/Luxury Collection akan mendapatkan pengalaman yang sempurna dalam setiap kunjungannya. Dan Six Sigma membantu kami untuk mencapai tujuan tersebut.”

“Six Sigma adalah salah satu inisiatif strategi yang penting dalam formasi perusahaan kami”

Barry S. Sternlicht, Chairman and CEO Starwood Hotels & Resorts

Dalam sebuah survey pelanggan, diketahui bahwa 34% tamu yang menginap merasa kesepian karena jauh dari rumah. Alih-alih merekrut seorang konsultan atau etnographers, Starwood menerapkan sebuah sistem perbaikan yang dipelopori oleh Motorola, Six Sigma.

Keputusan yang awalnya menimbulkan skeptis, karena karyawan merasa Six Sigma tidak sesuai dengan budaya perhotelan. Saat ini, Six Sigma yang diluncurkan tahun 2001, telah menjadi motor penggerak inisiatif perbaikan dan inovasi dalam setiap proses operasi di hampir seribu properti yang dimiliki di seluruh dunia.

Keberhasilan Six Sigma di Starwood dilandasi komitmen manajemen dan didukung knowledge management yang kuat. Dikembangkan pada tahun 2003, e-tools, sebuah database berbasis web, mengorganisir Continue Reading

Design For Six Sigma (DFSS)

- - DFSS, Six Sigma

Design For Six Sigma (DFSS) adalah sebuah metodologi manajemen bisnis proses yang berhubungan dengan Six Sigma tradisional. DFSS memiliki tujuan untuk menentukan kebutuhan dari customer dan bisnis serta mengarahkan kebutuhan tersebut ke dalam produk sehingga terciptalah suatu solusi. Selain itu DFSS juga cukup relevan dengan fase sintesis dari sistem atau produk yang kompleks, khususnya dalam konteks pengembangan sistem yang belum pernah terjadi sebelumnya. Continue Reading

Apa itu Lean Six Sigma?

Merunut bagaimana Lean dan Six Sigma adalah perpaduan yang sempurna bagi para aktivis perbaikan bisa dilihat pada bagan di bawah ini:

Bila dilihat dari bagan di atas, Lean Six Sigma bukanlah suatu yang baru ada, namun lean six sigma adalah cara baru dalam melakukan pekerjaan. Lean Six Sigma adalah penyempurnaan dari metode-metode perbaikan yang dulu lahir.

Sebelum membahas tentang integrasinya, ada baiknya kita ketahui perbedaan di antara keduanya dari sisi fokus, sasaran, fokus, dan metodenya. Continue Reading

Efisien v.s Efektif

- - Lean Six Sigma

Meskipun efektif dan efisien mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kinerja organisasi, namun tidak sedikit orang memahami secara pasti perbedaan kedua kata tersebut. Dalam Lean Six Sigma memahami tujuan dari proyek perbaikan yang akan dijalankan sangat penting karena akan menentukan pendekatan dan tools yang akan dipakai.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan kedua kata tersebut. Efisien adalah bekerja dengan menggunakan sumber daya dan energi yang sesuai tanpa pemborosan, namun efisiensi tidak melihat tujuan. Organisasi bisa saja menjadi efisien namun gagal dalam mencapai apa yang dicita-citakan.  Untuk itu selain Continue Reading