Pelatihan Six Sigma yang Efektif

- - Six Sigma

Setiap organisasi mempunyai tujuan bisnis agar tetap bertahan dan meningkatkan kompetisi utamanya. Six Sigma adalah sebuah inisiatif/ program yang menyeleraskan antara tujuan bisnis dengan aktivitas perbaikan. Artinya dengan six sigma bagaimana tujuan bisnis tersebut bisa dicapai dapat dijelaskan melalui berbagai inisiatif proyek perbaikan yang dijalankan.

Salah satu kunci kesuksesan program Six Sigma adalah tingkat kesuksesan proyek perbaikan. Sukses tidaknya proyek perbaikan sangat tergantung pada kemampuan pemimpin proyek (green belt maupun black belt) dalam memimpin dan mengeksekusi proyek perbaikan. Jadi, kemampuan atau kompetensi seorang pemimpin proyek mutlak dimiliki.

Program pelatihan adalah salah satu pendekatan utama untuk bisa meningkatkan kompetensi para Green/Black Belt. Mengingat betapa kritikal kompetensi ini, maka perlu dilakukan analisa menyeluruh agar dapat  merumuskan program pelatihan yang efektif.

Proses analisa ini terdiri dari 3 fase yaitu:

  • Sebelum pelatihan dilakukan (pre-training)
  • Pada saat pelatihan diberikan (during training)
  • Setelah pelatihan diberikan (after training)

Persiapan  Sebelum Pelatihan

TNA atau Training Need Analysis perlu dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh. Komprehensif karena harus menjawab kebutuhan perusahaan, menyeluruh karena saling terkait dengan aspek-aspek lain dalam pengembangan sumber daya manusia.

Cara yang paling tepat untuk mengetahui kebutuhan bisnis adalah dengan menanyakan kepada user/ pelanggan tentang ekspektasi terhadap pelatihan. Diskusi dengan stakeholder kunci akan memudahkan kita apa VOC (Voice of Customer) yang sebenarnya. Dari sana Fasilitator akan membuat strategi perencanaan, menetapkan milestone di tiap harinya, dan menyesuaikan games atau workshop, dan contoh kasus. Analisa kebutuhan pelatihan yang komprehensif akan dapat mengindentifikasi secara tepat siapa, apa, kapan, bagaimana, dan berapa lama suatu pelatihan, sehingga dapat menurunkan biaya pelatihan yang tidak perlu, sekaligus menjamin efektifitasnya

Pelaksanaan Pelatihan

Kesuksesan pelatihan six sigma bergantung pada dua hal, yaitu: Content (atau isi) dan delivery (atau penyampaian).

Content / isi – Tujuan dari six sigma training adalah membuat para Green/Black Belt mampu mengaplikasikan metodologi beserta tools-nya. Untuk itu isi dari pelatihan harus secara sistematis menjelaskan alur metodologi DMAIC . Tools yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan dan tidak terlalu akademistis

Penyampaian – Pelatihan Six Sigma akan melibatkan banyak perhitungan dan formulasi statistik yang memungkinkan peserta akan berat untuk menerimanya. Peran seorang instruktur untuk mampu menjaga energi peserta, serta contoh kasus disertai workshop dan simulasinya yang berkorelasi dengan pekerjaan akan sangat membantu dalam pemahaman  . Peserta pelatihan akan mampu belajar secara cepat apabila dapat mengasosiasikan apa yang dipelajari/disimulasi dengan pekerjaannya secara langsung. Persiapan sebelum pelatihan akan terasa penting di sini

Setelah Pelatihan

Setelah pelatihan evaluasi sedikitnya meliputi lima aspek, yaitu penilaian program pelatihan, penilaian proses pelatihan, penilaian terhadap manajemen pelatihan, penilaian hasil pelatihan dan penilaian terhadap faktor-faktor pasca pelatihan. Penilaian program pelatihan meliputi penilaian terhadap  efektifitas program, efektifitas modul dan sesi, serta efektifitas masukan. Penilaian proses pelatihan meliputi perbaikan suasana, perbaikan metodologi dan peningkatan efektifitas masa pelatihan. Penilaian manajemen pelatihan meliputi perbaikan kontekstual dan peningkatan kemudahan penilaian. Penilaian hasil pelatihan meliputi pengembangan trainee, efektifitas pekerjaan trainee, efektifitas organisasi, dan seberapa jauh membantu perubahan organisasi.  Sedangkan penilaian faktor-faktor pasca pelatihan adalah berkaitan maksimalisasi biaya pelatihan dan identifikasi faktor-faktor yang menghambat pelatihan (Sumber: Kompas)

Karena pelatihan Six Sigma ini adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan bisnis, maka pelatihan dihubungkan dengan pencapaian hasil kerja secara kuantitatif, sebagai langkah pengukuran hasil pelatihan. Dampak hasil pelatihan terhadap business result diukur melalui tiga faktor utama: Project Benefit (Operational Result), Kemampuan peserta memimpin dan menyelesaikan proyek (behavior result) dan bagaimana peserta pelatihan mensosialisasikan dan menjadi duta Six Sigma (non observable result).

Opt In Image
FREE E-book!
Cerita Pendek dan Case Problem Solving

Jika Anda bosan dengan penjelasan problem solving yang penuh teori, Anda dapat mencicipi ebook sederhana yang penuh cerita seru. FREE. Buku ini memberikan penjelasan problem solving yang ringan tetapi tepat sasaran. Lengkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *