8 Kualitas Utama Black Belt

Untuk membuat proyek Six Sigma berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target dibutuhkan beberapa profesional yang memiliki peran masing-masing. Dalam level proyek kita mengenal Black Belt, Green Belt, Master Black Belt, dan Team Member. Dalam level organisasi ada champion dan Sponsor. Kita akan membahas masing-masingnya dalam artikel terpisah, sekarang kita akan fokus pada Black Belt.  Apa kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Black Belt yang handal? Mari kita simak berikut ini:

  1. Kemampuan teknis yang cakap. Seorang Black Belt tidak harus seorang lulusan teknik atau jurusan statistik, namun dia memiliki kemampuan untuk mengumpulkan dan merubah data menjadi informasi yang bisa dipahami oleh dirinya dan tim. Dia juga memiliki kemampuan menganalisa data menjadi suatu knowledge untuk menentukan strategi perbaikan apa yang dipilih. Tanpa kemampuan seperti itu seorang Black Belt akan terjebak dalam hal yang sifatnya akademis dan teoritis. Continue reading “8 Kualitas Utama Black Belt”

Lean Six Sigma – Integrasi Lean dan Six Sigma

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah mana yang duluan, Lean ataukah Six Sigma? Kita tidak perlu memilih salah satu karena keduanya sebenarnya dapat dijalankan bersamaan. Tentu saja jika menjalankannya secara terpisah hanya akan membuat konsentrasi dan sumber daya terpecah yang akhirnya malah membuat implementasi dari Lean maupun Six Sigma tidak memberi hasil sesuai harapan. Integrasi berbeda dengan menjalankan 2 hal sekaligus. Integrasi adalah menjalankan Lean dan Six Sigma dalam satu framework yang disebut Lean Six Sigma.

Integrasi antara Lean dan Six Sigma akan memberi banyak manfaat, diantaranya: Continue reading “Lean Six Sigma – Integrasi Lean dan Six Sigma”

News: Improvement dan Efisiensi Lewat Value Analysis

Dalam sebuah artikel di SSCX, disebutkan bahwa baru-baru ini VF mencoba melakukan penghematan biaya pada produk-produk mereka. Siapa itu VF? VF adalah perusahaan apparel beromset lebih dari USD 7.7 Milyar (setara kurang lebih 67 Triliun Rupiah per tahun) yang memiliki merek-merek seperti Lee, Nautica, Wrangler, Kipling, Jansport, Eastpak, North Face, Vans dll.

Jika menyinggung tentang penghematan biaya, sebagian besar dari kita akan kemudian berpikir bahwa akan ada penurunan pada kualitas bahan baku (denim) pada produk jeans mereka. Tidak. Penghematan biaya yang benar tidak mencoba apa yang dinilai sebagai value oleh pelanggan. Apa yang dilakukan oleh VF adalah mereka beralih ke kancing biasa pada resleting beberapa celana jeans.

Eksekutif VF percaya bahwa kancing biasa ini yang sedikit lebih besar daripada kancing yang selama ini mereka gunakan malah dapat lebih meningkatkan kenyamanan, demikian menurut Vice President Cindy Knoebel. “Kami menemukan bahwa sebenarnya perubahan pada kancing ini tidak membuat perbedaan apapun bagi konsumen.” Dengan melakukan ini, VF menghemat sekitar USD 5 sen untuk setiap jeans-nya dan tentu saja jika kita mengalikannya dengan jutaan produk jeans yang mereka jual tiap tahunnya, Anda dapat memperkirakan penghematan yang mereka lakukan.

Apa yang dilakukan oleh VF adalah Continue reading “News: Improvement dan Efisiensi Lewat Value Analysis”

Pelatihan Six Sigma yang Efektif

Setiap organisasi mempunyai tujuan bisnis agar tetap bertahan dan meningkatkan kompetisi utamanya. Six Sigma adalah sebuah inisiatif/ program yang menyeleraskan antara tujuan bisnis dengan aktivitas perbaikan. Artinya dengan six sigma bagaimana tujuan bisnis tersebut bisa dicapai dapat dijelaskan melalui berbagai inisiatif proyek perbaikan yang dijalankan.

Salah satu kunci kesuksesan program Six Sigma adalah Continue reading “Pelatihan Six Sigma yang Efektif”

Metodologi Six Sigma: CONTROL

Hal yang terpenting dalam melakukan Six Sigma terletak pada fase ini, CONTROL. Mempertahankan kemenangan memang lebih susah ketika kita mendapatkannya. Tujuan dari fase ini adalah memastikan implementasi menyeluruh dapat berjalan baik, sustainable (berke-sinambungan). Fase Control ini juga menjadi akhir dari keterlibatan aktif Tim dalam proyek.

Apa saja langkah-langkah utama dalam fase ini? Berikut penjelasannya:

  • Memastikan sustainability dari perbaikan – untuk bisa membuat proses perbaikan proses berjalan sesuai dengan yang diharapkan dalam jangka panjang, maka penting bagi kita untuk membuat sistem yang bisa meminimasi terjadinya kesalahan, atau dengan menciptakan mistake-proofing agar permasalahan yang sama tidak muncul.
  • Mengukur dan mengkomunikasikan hasil – setelah implementasi berjalan baik, hasil perbaikan terus diukur dan dipantau. Untuk lebih memudahkan proses pemantauan perlu kita buat sebuah dashboard monitoring hasil perbaikan yang berfungsi sebagai alat komunikasi tim kepada Steering Committee maupun kepada anggota organisasi lain terhadap profil dari output utama dari proyek perbaikan yang sudah selesai dijalankan
  • SOP dan Control Plan – Membahas bagaimana cara menyusun Process Control Plan (reaction plan), menciptakan alat mistake proofing, hingga menyusun SOP untuk sustainability dari perbaikan yang telah dilakukan
  • Serah Terima kepada Process Owner (pemilik proses) – langkah ini termasuk mengkomunikasikan SOP dan Control Plan.
  • Control Gate Review Pertemuan dengan Project Sponsor, Business Leadership, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan alignment dari fokus proyek dan ekspektasi manajemen dan penyampaian progres akhir dan serah terima proyek

Sedangkan hal-hal yang perlu diselesaikan ketika masuk dalam fase ini adalah Continue reading “Metodologi Six Sigma: CONTROL”

SSCX – Green Belt – Oktober 2012

Pelatihan Six Sigma Green Belt kembali akan diselenggarakan oleh SSCX International pada bulan Oktober 2012. Pendaftaran sudah dapat dilakukan, untuk memastikan Anda mendapatkan biaya terrendah selama masa early bird. Hubungi SSCX di www.SSCXinternational.com atau training@sscxinternational.comLink informasi pelatihan di sini.

Apa itu Green Belt dan Black Belt?  Baca lebih lengkap di sini.

 

 

Lean Training di Indonesia

Lean Training adalah salah satu pelatihan yang paling menarik yang banyak diikuti perusahaan-perusahaan baik manufaktur maupun jasa.  Pelatihan Lean atau Lean Training biasanya menjelaskan mulai dari prinsip dan konsep dari Lean Manufacturing, Lean Service, hingga pada penggunaan tools atau alat. Di Indonesia,  pelatihan lean atau lean training diadakan mulai dari durasi 2 jam (lebih tepat disebut briefing) hingga beberapa hari.

Lean Training – Umum – 2 Jam hingga 2 Hari

Lean Training yang berupa briefing (2 jam hingga 2 hari) mencakup pemahaman akan prinsip dan konsep Lean seperti tergambar pada ilustrasi di atas. Tujuan utama dari Lean ini sendiri adalah highest quality, lowest cost, shortest lead time. Dalam pelatihan ini peserta akan diajak memahami tujuan dari Lean hingga bagaimana cara mencapainya. Tools atau alat akan dibahas mengenai Continue reading “Lean Training di Indonesia”