Control Chart – Part 2 – Interpretasi Peta Kendali

Menginterpretasikan Control Chart

Beberapa dari anda mungkin telah familiar dengan control chart, berikut tipe dan penggunaannya. Sebagai Process Owner, anda harus mampu menginterpretasi control chart dengan tepat, karena chart akan menunjukkan tindakan apa yang perlu atau tidak perlu dilakukan.

Variasi akan selalu ada dalam proses. Tugas anda adalah memisahkan variasi-variasi tersebut kedalam dua kategori, yaitu Cause dan Special Cause. Lalu gunakan garis tengah (mean), batasan kontrol, dan plot data untuk membentuk interpretasi anda.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para Process Owner adalah memerintahkan timnya untuk membuat banyak control chart. Ketika tembok mereka telah dipenuhi oleh banyak chart yang bagus, tidak ada orang yang bertanggung jawab untuk menginterpretasi dan mengambil tindakan berdasarkan chart tersebut. Bertindak berdasarkan satu chart akan jauh lebih baik daripada tembok yang dipenuhi banyak chart yang tidak fungsional.

Bagaimana Menginterpretasi Sebuah Control Chart? Continue reading “Control Chart – Part 2 – Interpretasi Peta Kendali”

Project Charter

Ketika permasalahan sudah ditemukan untuk diperbaiki, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah membuat project charter. Ada berbagai macam isitilah pada project charter diantaranya: team charter, project order, atau project sheet, namun memiliki definisi sebagai berikut:

Lembar perjanjian antara project team dengan shareholder yang menceritakan menceritakan tentang alasan kenapa proyek ini dijalankan, fokus, dan tujuannya. Charter juga menjelaskan tentang sumber daya yang dibutuhkan tim agar project berhasil.

Dari definisi di atas, tujuan utama project charter Continue reading “Project Charter”

Brainstorming

Brainstorming atau dalam bahasa Indonesia curah gagasan adalah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Kunci sukses suatu sesi brainstorming adalah suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif demi mendapatkan solusi alternatif tanpa batas.

Berikut adalah beberapa manfaat  melakukan brainstorming:

  • Meingkatkan kreatifitas dan menghasilkan banyak ide dalam waktu singkat, dengan memperluas sudut pandang dari segala aspek atau pemikiran anggota tim yang lain akan mencetuskan ide lain dalam diri kita
  • Menciptakan kesetaraan terhadap semua tim yang terlibat dalam proses brainstorming, suasana yang hangat saling mendukung, dan tanpa kritik akan mendorong orang untuk nyaman mengeluarkan ide tanpa halangan. Hal ini akan mengakibatkan sikap saling menghormati
  • Ketika setiap anggota tim memberikan idenya, ,aka anggota tim merasa dilibatkan dan akan mendukung arahan pengambilan keputusan, hal ini akan memupuk rasa memiliki terhadap proses

Untuk bisa menciptakan suasana yang kondusif dalam proses brainstorming perlu ada aturan yang mengikat anggota tim, beberapa diantaranya adalah:

  • Tiap anggota wajib berpatisipasi aktif dalam memberikan ide/gagasannya
  • Tidak ada diskusi baik berupa kritik, sanjungan, atau komentar selama proses berlangsung
  • Diperbolehkan membangun ide dari ide yang sudah dikeluarkan anggota yang lain sebelumnya
  • Semua ide tertulis dan terbaca
  • Batasi waktu proses brainstorming

Secara garis besar, proses brainstorming bisa dibagi menjadi 3 fase, yaitu:

1. Generation: Forum terbuka untuk semua partisipan mengeluarkan idenya

  • Penjelasan awal aturan brainstorming dan jelaskan bagaimana sesi ini akab dilakukan
  • Tentukan batas waktu sesi brainstorming, tentukan siapa yang menjadi pencatat waktu dan pencatat ide. Normalnya sesi brainstorming berjalan 10-15 menit dan dapat diperpanjang tiap interval 5 menit
  • Tuliskan topik yang akan dibrainstroming dalam kalimat pertanyaan dan pastikan semua anggota tim memahami
  • Kumpulkan ide-ide dari tiap anggota melalui dua cara: bergantian atau spontan
  • Catat ide secara langsung di papan tulis/ sticky note. Pastikan semua tim dapat melihat dengan jelas

2. Clarification: Tim mereview semua ide dan memastikan semua peserta memahami apa yang dimaksud

3. Evaluation: Tim mereview seluruh daftar. Menghilangkan duplikasi dan mengkombinasi yang sejenis

Cukup sederhana bukan? inti dari kesuksesan brainstorming adalah  kemauan untuk mendengarkan pendapat yang berbeda dari perspektif kita. Dan yang terpenting : HAVE FUN!

sumber gambar: http://www.flickr.com/photos/chrissmithgraphicdesign/4791126949/sizes/z/in/photostream/

Apa itu Six Sigma? (What is Six Sigma)

Sesuai dengan nama blog ini, topik-topik yang akan dibahas adalah seputar six sigma: baik itu implementasinya dan tools yang ada di dalamnya. Namun kita belum membahas tentang apa itu six sigma sebenarnya?

Baiklah, artikel kita kali ini akan membahas six sigma dari segi definisi. Dari ratusan buku tentang six sigma, ada banyak definisi yang dipaparkan – namun jika kita tarik garis kesimpulan ada tiga hal yang mendasar dari definisi six sigma. Kita bahas satu persatu

Six Sigma sebagai alat ukur

Alat apa yang kita pakai jika kita ingin tahu lebih berat siapa antara anda dengan saya?…betul timbangan. Jika ingin tahu lebih tinggi?….maka meteran lah jawabannya.

Hal yang sama juga berlaku demikian, jika kita ingin membandingkan dua atau lebih proses yang berbeda dan ingin mengetahui mana yang lebih bagus kinerjanya? Maka six sigma-lah alat ukurnya. Continue reading “Apa itu Six Sigma? (What is Six Sigma)”

Pelatihan Lean di Jakarta

Pelatihan Lean adalah pelatihan yang membahas mengenai bagaimana mengimplementasikan Lean Manufacturing di organsiasi kita.  Pelatihan Lean biasanya menjelaskan mulai dari prinsip dan konsep dari Lean Manufacturing, Lean Service, hingga pada penggunaan tools atau alat. Di Indonesia,  pelatihan lean diadakan mulai dari durasi 2 jam (lebih tepat disebut briefing) hingga beberapa hari.

Pelatihan Lean Overview

Pelatihan Lean Overview umumnya berdurasi 2 jam hingga 2 hari mencakup pemahaman akan prinsip dan konsep Lean seperti tergambar pada ilustrasi di atas. Dalam pelatihan ini peserta akan diajak memahami tujuan dari Lean hingga bagaimana cara mencapainya. Tujuan dari Lean Manufacturing ini sendiri adalah highest quality, lowest cost, shortest lead time.Tools atau alat akan dibahas mengenai objektifnya sehingga peserta bisa memahami hubungan antara Continue reading “Pelatihan Lean di Jakarta”

Melakukan Efisiensi dalam Six Sigma

Jika ditanyakan kepada banyak organisasi, apa tujuan melakukan inisiatif perbaikan? Jawabannya adalah:

  • Membuat proses lebih cepat
  • Membuat biaya lebih murah
  • Membuat kualitas produk lebih baik
  • Membuat pekerjaan lebih mudah
  • Membuat delivery order lebih tepat waktu

Bagaimana membuat proses efisien dan efektif dalam merespon keinginan pelanggan, sehingga pelanggan tetap setia pada kita, dan dengan itu sustainability dari perusahaan terjamin. Seperti kita ketahui bersama, Lean Six Sigma adalah metodologi perbaikan yang sudah terbukti dapat diaplikasikan untuk memenuhi tujuan- tujuan di atas

Perbaikan dalam Lean Six Sigma dapat dilewati melalui dua pintu: yang pertama adalah Continue reading “Melakukan Efisiensi dalam Six Sigma”