Lean Six Sigma di Industri Tambang (Lean Six Sigma Mining)

Banyak yang meragukan Lean Six Sigma dapat diaplikasikan di pertambangan, karena hal-hal berikut:

  • Industri tambang adalah push system, produksinya continuous dan 24 jam sehari. Jadi sistem tarik sebagaimana prinsip Lean tidak akan bisa diaplikasikan di sini.
  • Debu adalah by-product, akan mahal sekali biaya yang dikeluarkan jika harus mengaplikasikan work area management (5S)
  • Kondisi Geografis yang ekstrim: lokasi terpencil, dan pengaruh cuaca serta material yang terpencar di berbagai arah.
  • Membutuhkan skala besar logistik dan supply chain

Memang benar bahwa di dunia pertambangan memiliki beberapa tantangan yang tidak ada dunia manufaktur – tempat dimana Lean Six Sigma dilahirkan – seperti yang dijelaskan di atas. Akan tetapi prinsip-prinsip dalam Lean Six Sigma seperti proses yang efektif dan efisien, memaksimalkan utilisasi operasi, dan fokus pada kebutuhan pelanggan dapat diaplikasikan dalam industri ini. Untuk itu perlu dilakukan modifikasi alat analisa, teknik, dan terminologi. Mari kita lihat dua contoh perusahaan tambang di bawah ini. Continue reading “Lean Six Sigma di Industri Tambang (Lean Six Sigma Mining)”

Peran Sponsor dalam Six Sigma

Bagian terpenting dalam sebuah perjalanan proyek six sigma terletak di C, Control. Fase inilah yang menentukan apakah proyek tersebut benar-benar memberikan dampak yang signifikan secara jangka panjang, atau hanya menjadi headline of the day.

Di sini peran seorang penjaga, atau sponsor.  Sponsor bertugas sebagai pengawas. Tanggung jawab yang menuntut adanya keseimbangan yang baik, yaitu ketika membiarkan tim membuat keputusan mereka sendiri tetapi juga memberikan petunjuk mengenai arah usaha yang dilakukan. Secara umum tugas sponsor adalah Continue reading “Peran Sponsor dalam Six Sigma”

Lean Six Sigma – Combining Six Sigma Quality with Lean Production Speed

Waktu dan kualitas adalah dua metrik terpenting dalam meningkatkan kinerja dan keuntungan setiap perusahaan, Lean Six Sigma menjelaskan bagaimana meningkatkan kinerja perusahaan Anda dengan menggabungkan dua inisiatif paling penting – Lean dan Six Sigma – ke dalam satu program yang terintegrasi. Buku yang ditulis Michael George ini adalah buku yang pertama kalinya memberikan roadmap untuk mendapatkan manfaat dari Lean dan Six Sigma.

Lean Six Sigma Book Reference

Buku ini menunjukkan bagaimana untuk:

  1. Mengurangi biaya dan waktu proses secara signifikan
  2. Menurunkan waktu siklus order-to-delivery
  3. Eliminasi variasi proses dan waste di organisasi

Secara terpisah, Lean dan Six Sigma telah mengubah wajah bisnis baik manufaktur maupun jasa. Dengan menggunakannya secara terintegrasi, keduanya menjadi strategi yang mampu meningkatkan kualitas produk dan proses, efisiensi produksi, dan profitabilitas. Buku ini menunjukkan bagaimana Continue reading “Lean Six Sigma – Combining Six Sigma Quality with Lean Production Speed”

Efisien v.s Efektif

Meskipun efektif dan efisien mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kinerja organisasi, namun tidak sedikit orang memahami secara pasti perbedaan kedua kata tersebut. Dalam Lean Six Sigma memahami tujuan dari proyek perbaikan yang akan dijalankan sangat penting karena akan menentukan pendekatan dan tools yang akan dipakai.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan kedua kata tersebut. Efisien adalah bekerja dengan menggunakan sumber daya dan energi yang sesuai tanpa pemborosan, namun efisiensi tidak melihat tujuan. Organisasi bisa saja menjadi efisien namun gagal dalam mencapai apa yang dicita-citakan.  Untuk itu selain Continue reading “Efisien v.s Efektif”

Six Sigma Metodologi: MEASURE

Setelah kita berhasil menentukan permasalahan yang akan kita selesaikan, langkah selanjutnya adalah MEASURE. Tujuan dari fase ini adalah menetapkan baseline dari proyek secara akurat sehingga kita dapat membandingkannya terhadap hasil perbaikan dari proyek ini nantinya.

Aktivitas utama dalam fase ini

Memetakan Proses –setelah kita mengidentifikasi batasan ruang lingkup proyek dalam SIPOC, langkah selanjutnya adalah memetakan proses secara lebih detail lagi. Langkah ini penting dilakukan untuk menentukan constraint, value, non-value-add, dan area fokus untuk perbaikan. Dari sini kita bisa mengidentifikasi quick wins dengan mengeliminasi waste yang ditemukan dalam proses. Tool yang biasa dipakai untuk memetakan proses ini adalah Value stream mapping

Menentukan ukuran – ukuran untuk y dan x – mengidentifikasi ukuran yang perlu dikumpulkan di output yang diharapkan, proses inti yang membuat output, serta input daripada Continue reading “Six Sigma Metodologi: MEASURE”

Apakah Anda Menggunakan Bahasa yang Sama?

Seorang manajer produksi di suatu perusahaan tekstil mengumpulkan anak buahnya untuk sebuah rapat harian. Tepat sehari setelah sang manajer ini menyelesaikan program pelatihan six sigmanya.

“Tono saya hitung sigma level kamu rendah sekali, process capability-nya pun kurang dari satu! Pantas throughput kamu tidak pernah mencapai target!”

“Sugeng kamu bilang bahwa telah terjadi peningkatan output di proses  yang kamu pegang. Saya sudah melakukan hypothesis testing. Ternyata kamu pembohong!”

“kita akan lakukan six sigma project untuk semua permasalahan yang terjadi. Kalian berdua buat charternya, dan saya minta juga sekalian buat dashboardnya”

Sekian – rapat bubar!”

Pak Manajer keluar ruangan meninggalkan Tono dan Sugeng yang  tidak memahami sedikit pun apa yang keluar dari mulut pak manajer tersebut. Tono dan Sugeng meyakini bahwa hari ini pak Manajer telah kesurupan dan mereka berdua tetap bekerja seperti biasa.

Contoh di atas memang terlihat hiperbolik, namun kasus seperti ini umum terjadi.

Jika saat ini anda adalah orang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab program inisiatif perbaikan, isu terbesar yang anda hadapi adalah bagaimana menjaga Continue reading “Apakah Anda Menggunakan Bahasa yang Sama?”

Bagaimana Memilih Konsultan yang Tepat?

Ketika Six Sigma adalah sesuatu yang baru dalam organisasi anda, mungkin anda akan meminta bantuan konsultan untuk membuat cetak biru roadmap, memberikan pelatihan pada karyawan, pemilihan proyek, dan saran untuk pembangunan infrastruktur yang cocok bagi organisasi

Sikap hati-hati dan teliti sangat diperlukan ketika memilih konsultan yang tepat untuk menjadi mitra organisasi anda. Program  Lean Six Sigma adalah tentang momentum dan penerimaan dari seluruh karyawan yang akan menentukan sukses tidaknya program ini bertahan lama. Momentum yang tidak tepat atau penerimaan yang rendah dari karyawan karena disebabkan gagalnya proses sosialisasi  dan komunikasi akan sulit menjaga program ini dari hanya sekedar “pasar malam” – gemerlap, wah, dan rame namun hanya berumur tak lebih dari seminggu.

Berikut adalah beberapa kriteria yang  harus dipenuhi konsultan six sigma:

  • Reputasi dan referensi, mintalah referensi dan tanyakan tentang program six sigma yang berjalan pada beberapa perusahaan yang pernah ditangani. Jika memungkinkan tanyakan tentang kualitas konsultan dan beberapa contoh proyek serta hasilnya
  • Credential, Pastikan konsultan anda memiliki credential seperti keanggotaan pada asosiasi yang bereputasi global, sertifikasi profesional, dan sedikit banyak memahami proses yang ada di organisasi anda. Pastikan konsultan memiliki kemampuan “mendengarkan” dan observasi . Hal ini perlu dilakukan karena konsultan akan mengumpulkan informasi yang akurat untuk menentukan pendekatan yang tepat
  • Pengetahuan dasar tentang Lean Six Sigma, ini adalah bagian terpenting dalam memilih konsultan untuk Lean Six Sigma. Pastikan konsultan six sigma memiliki pengetahuan yang mumpuni tentangg metodologi six sigma beserta alat-alat teknik yang mendukungnya. Khususnya, cari informasi bagaimana mereka menerapkan alat-alat teknik ini dalam menjalankan six sigma di organisasi lainnya. Tes pengetahuan mereka tentang six sigma tingkat lanjut seperti Design of Experiment, Theory of Constraint, Quality Function Deployment, Benchmarking, Value Engineering,Mistake Proofing, Control Plans, Multivariate Analysis, dan lainnya.  Selain itu tanyakan berapa banyak Black Belt yang memiliki pengalaman langsung memimpin beberapa proyek Six Sigma. Jika anda meminta bantuan dalam pelatihan juga, tanyakan berapa lama jam terbang selama setahun dan rata-rata skor penilaian. Six Sigma adalah tentang perubahan budaya organisasi, cari tahu latar belakang konsultan dalam menghadapi resistensi dan mengelola perubahan. Jangan gunakan jasa konsultan yang sangat ahli statistik namun minim pengalaman sebagai praktisi Six Sigma
  • Paket, untuk sepenuhnya mengevaluasi kemampuan seorang konsultan, anda  memerlukan penilaian mengenai pelaksanaan strateginya. Hal ini harus mencakup metodologi dan perencanaan waktu (time line) program secara rinci, khususnya
    implementasi struktur dan template yang harus harus diikuti.
  • Fleksibilitas, pastikan bahwa konsultan anda memiliki fleksibilitas dalam hal merubah rencana kerja tanpa harus kehilangan momentum. Konsultan harus mampu mencapai milestone dan pekerjaannya tanpa harus mengganggu pekerjaan normal para karyawan
  • Harga, tentukan seberapa banyak hari yang dibutuhkan konsultan untuk datang dan menyelesaikan tugas-tugasnya, berapa total biaya dan berapa ROI-nya? Perlu diingat bahwa konsultan akan menciptakan pondasi berdirinya budaya perbaikan di organisasi, jadi jangan kompromi terhadap kualitas, carilah yang terbaik.

Memilih konsultan seperti layaknya memilih istri, pastikan semua kriteria yang anda inginkan tercapai sebelum anda meminangnya.

sumber gambar: cpatigayon.wordpress.com/

Lean Training di dalam Six Sigma

Banyak rekan yang memiliki persepsi bahwa Lean dan Six Sigma adalah dua hal berbeda yang tidak bisa disatukan, oleh karena itu Lean Training dan Six Sigma Training adalah dua hal yang terpisah pula. Lean Training yang merupakan bentuk upaya peningkatan upaya terkait dengan Lean Thinking adalah sekumpulan pelatihan yang mengkombinasikan class-room atau pelatihan di dalam kelas dengan praktik langsung menyelesaikan sebuah case, atau constraint/hambatan, atau bottleneck ataupun masalah.

Six Sigma training yang mengacu pada format DMAIC sering dinilai tidak klop dengan Lean Training. Menurut kami ini persepsi yang keliru atau tidak tepat. Lean Manufacturing atau Lean Service, Lean Banking, Lean Healthcare memang secara sejarah dan prinsip berbeda dengan model konvensional Six Sigma. Dalam model “konvensional”, Six Sigma adalah sebuah metodologi yang relatif lebih “kaku” dengan sekumpulan “tools” dan dengan project yang dieksekusi oleh Green Belt dan Black Belt lewat pelatihan six sigma yang intensif.

Lean Training

Lean Training di satu sisi adalah pelatihan yang lebih Continue reading “Lean Training di dalam Six Sigma”